POJOKSATU.id – Kasus yang melibatkan I Wayan Agus Suartama alias Agus Buntung (21) kian menjadi sorotan setelah ia ditetapkan sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi.

Agus, pria disabilitas dari Nusa Tenggara Barat (NTB), menyangkal tuduhan tersebut dengan alasan kondisi fisiknya yang tak memiliki tangan.

Namun, berbagai fakta dan rekaman video yang beredar mulai membuka sisi lain dari kehidupan Agus.

Video Pesta Miras Agus Buntung

Di tengah kasus yang menjeratnya, sebuah video memperlihatkan Agus Buntung diduga sedang berpesta minuman keras beredar di media sosial.

Baca Juga: Korban Rudapaksa Agus Buntung Bertambah Jadi 13 Orang, Mulai dari Mahasiswi dan Anak Dibawah Umur Dieksekusi

Dalam video yang diunggah akun Instagram @dhemit_is_back01 pada Jumat (6/12/2024), Agus terlihat berjoget sambil minum alkohol menggunakan kakinya.

“Ciptaan ida jeg mule bermacam-macam karakter. Tetap mabok kawan, sadar itu menyakitkan,” tulis keterangan video tersebut.

Video ini menuai reaksi keras dari warganet. Beberapa warganet merasa kecewa setelah sebelumnya bersimpati terhadap Agus karena keterbatasan fisiknya.

“Sempat ngebelain sumpah, ternyataaaa.. ASTAGHFIRULLAH.. ALLAHUMMAGHFIRLI,” tulis seorang pengguna dengan nama Ulfaprasetyaa.

Kebiasaan Bawa Perempuan ke Homestay

Kasus pelecehan seksual ini juga membuka tabiat lain Agus Buntung. Berdasarkan keterangan dari Dirkrimum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, Agus sering membawa perempuan berbeda ke homestay yang menjadi tempat terjadinya dugaan pelecehan.

“Karyawan dan pemilik homestay mengakui pelaku sering membawa perempuan berbeda ke tempat tersebut, termasuk korban yang melapor,” jelasnya dalam tayangan YouTube tvOneNews.com, Kamis (5/12/2024).

Kombes Pol Syarif menyebut ada lima perempuan yang diduga menjadi korban Agus, dengan dua di antaranya menjadi korban pada Oktober 2024.

Modus yang dilakukan Agus serupa pada setiap korbannya, dengan lokasi kejadian yang sama.

Baca Juga: Tak Hanya Dibawah Umur, Korban Penyandang Disabilitas Agus Buntung Ternyata Sampai Hamil Muda

Kelakuan di Kampus

Di lingkungan akademik, Agus juga dikenal sering membuat ulah. Dosen pembimbing akademiknya, I Made Ria Taurisia Armayani, mengungkapkan Agus pernah melaporkannya ke Dinas Sosial (Dinsos) dengan tuduhan tidak mendukung Agus untuk melanjutkan kuliah.

Namun, Ria menegaskan tuduhan tersebut tidak benar.

“Agus ini berbohong. Saya dianggap tidak mendukung dia kuliah, padahal masalah sebenarnya adalah dia menunggak Uang Kuliah Tunggal (UKT) meskipun dia menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K),” ungkap Ria.

Ria menyebutkan, setiap tahunnya, Agus menerima Rp 13 juta dari beasiswa, sementara biaya UKT hanya Rp 900.000 per semester.

Baca Juga: Agus Buntung Tetap Tersangka, Keterbatasan Tidak Bisa DINIHILKAN, Pendamping Korban Ungkap Triknya MEMPERDAYA KORBAN Hingga Menyerah

Namun, uang tersebut tidak digunakan dengan semestinya. Bahkan, Agus meminta pinjaman uang kepada Ria untuk membayar UKT, tetapi akhirnya gagal karena sistem pembayaran telah ditutup.

Selain itu, Agus juga sering memanipulasi absensi kuliah. “Dia tidak pernah hadir di kelas, tetapi absensinya selalu tercatat ikut,” ujar Ria.

Sementara itu, hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus yang melibatkan Agus dan memproses laporan dari lima korban yang sudah melapor. ***