POJOKSATU.id - Pengamat politik, Rocky Gerung mengatakan seharusnya bukan hanya Gus Miftah saja yang mundur dari jabatannya.

Rocky menyinggung sejumlah Menteri Prabowo yang dinilai juga pernah melakukan pelanggaran etik.

Menurut Rocky, mundurnya Gus Miftah dari jabatan utusan khusus presiden menjadi contoh bagi Menteri yang bermasalah.

Menteri yang melakukan kesalahan disebut harus meniru apa yang dilakukan Gus Miftah.

Dengan mengambil keputusan mundur, Gus Miftah disebut tanggung jawab terhadap Amanah dan juga jabatannya.

Baca Juga: Jokowi Disebut Belum Kembalikan KTA Meski Sudah Dipecat PDIP, Rocky Gerung: Mau Cari Sensasi Supaya Jadi Headline

"Harus dihormati dan dihargai Tindakan eksistensial Gus Miftah untuk minta maaf tentang kesalahan dia," ujar Rocky Gerung dikutip dari YouTube pribadinya, Sabtu (7/12/2024).

"Ini semacam pedoman awal bahwa meraka yang juga pernah melakukan hal yang sama seperti apapun yang kita tahu di dalam era dua bulan pemerintahan Pak Prabowo beberapa Menteri melakukan hal yang tidak etis, harusnya (mereka) ikuti tradisi ini," tambah Rocky Gerung.

Lebih lanjut, Rocky menyebut bahwa Menteri yang pernah membuat kontroversi hingga ditegur netizen seharusnya malu dengan Gus Miftah.

"Kendati saudara Miftah mengalami semacam kegelisahan antara mundur dan tidak tetapi pada akhirnya secara individual di dalam tanggung jawab subjektifnya dia paham bahwa kedudukan dia sebagai pejabat public mengganggu aura integritas dari cabinet, itu dia ambil Langkah yang terpuji yaitu mengundurkan diri," tutur Rocky Gerung.

Baca Juga: Buntut Penghinaan Gus Miftah, Sinden Senior Yati Pesek Ungkap Sakitnya Disebut Pekerja Seks, Aku Cuma Nahan

"Mereka yang pernah melakukan hal yang sama harusnya malu pada Gus Miftah, menteri yang kemarin terlihat punya semacam pelanggaran etis dan ditegur netizen itu juga ada di dalam kasus yang sama," pungkasnya.

Seperti diketahui selama dua bulan masa pemerintahan Presiden Prabowo, sudah ada beberapa Menteri yang melakukan kontroversi

1. Yandri Susanto (Mendes PDT)

Yandri Susanto adalah Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

Kontroversi yang dibuat oleh Yandri Susanto adalah menggunakan kop kementerian pada undangan acara haul ibundanya.

Tak sampai di situ saja, Yandri juga menyelipkan alat peraga kampanye sang istri, Ratu Rachmatuzakiyah dalam acara haul tersebut.

Sontak perbuatan Yandri ini langsung menuai beragam kritik.

Baca Juga: Terungkap Curhatan Yati Pesek Usai Dihina Gus Miftah di Atas Panggung, Akui Pendam Rasa Sakit Selama 2 Tahun: Salahku Opo

2. Yusril Ihza Mahendra (Menko Hukum dan HAM)

Tak hanya Yandri, Yusril juga melakukan kontroversi di awal-awal jabatannya.

Kontroversi yang dilakukan oleh Yusril adalah mengatakan bahwa peristiwa 1998 bukanlah pelanggaran HAM berat.

Pernyataan Yusril ini tentu menimbulkan kemarahan public.

3. Natalius Pigai (Menteri HAM)

Kontroversi yang dilakukan oleh Natalius Pigai mengusulkan besaran anggaran yang cukup besar untuk kementeriannya.

Anggaran yang diusulkan oleh Natalius sebesar Rp20 triliun.

4. Maruarar Sirait (Menteri Perumahan)

Maruarar Sirait melakukan kontroversi dengan melontarkan sindiran pedas kepada Anies Baswedan.

Baca Juga: Prabowo Subianto Buka Suara Tanggapi Mundurnya Gus Miftah dari Utusan Khusus Presiden

Sindiran tersebut dilontarkan Maruarar sebagai tanggapan atas dukungan Anies Baswedan pada pasangan calon gubenur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung - Rano Karno.

Maruarar menyebut dukungan Anies tersebut membangunkan macan tidur.

Macan tidur yang dimaksud dalah Presiden Prabowo dan Presiden RI ke 7 Joko Widodo (Jokowi).

***