POJOKSATU.id, JAKARTA -- Inilah sosok Bripda Dimas Widodo yang menjadi korban penganiayaan mahasiswa Papua di Makassar, Sulawesi Selatan.

Seperti diketahui, belum lama ini ratusan mahasiswa Papua tengah menggelar aksi “Long March” di beberapa daerah.

Namun, aksi tersebut tidak diindahkan aparat kepolisian karena berpotensi memecah belah bangsa.

Alhasil, ratusan mahasiswa Papua yang protes sontak memberontak dan melakukan penganiayaan terhadap Bripda Dimas Widodo.

Baca Juga: Momen Desta di Skakmat Anak Perempuannya Usai Foto Bareng Lawan Jenis: Ngapain Megang-megang Bukan Muhrim

Padahal, anggota polisi tersebut sedang bertugas dalam mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan mahasiswa Papua.

Berdasarkan informasi beredar, Bripda Dimas kini diketahui telah menjalani perawatan medis usai dianiaya oleh oknum mahasiswa Papua.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @neVerAl0nely pada Selasa (3/12/2024).

Dalam unggahannya, bentrokan terhadap aparat kepolisian dikonfirmasi lantaran aksi yang digelar mahasiswa Papua.

Tidak lain, aksi “Long March” itu digelar dalam upaya mahasiswa Papua untuk merayakan kemerdekaannya.

Baca Juga: Kunci Pramono Anung Menang 1 Putaran di Jakarta Dikaitkan dengan Prabowo Mau Sapu Bersih Jawa

“Mahasiswa Papua mengadakan aksi peringatan 63 tahun kemerdekaan Papua. Ada kericuhan karena mahasiswa memaksa mengadakan long march,” jelas di-caption.

Lebih lanjut, tindakan anarkis para mahasiswa Papua ini terpaksa ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

Yang mana, mereka memukul mundur ratusan mahasiswa Papua agar tidak ada lagi korban berjatuhan.

Dalam hal ini, pihak kepolisian melakukan upaya penembakan gas air mata terhadap mahasiswa Papua di Makassar.

Baca Juga: Aipda Nikson Pangaribuan Hantam Ibu Kandung Pakai Tabung Gas, Motifnya Terkait Praktik Jual Beli Miras

“Kepolisian membubarkan paksa massa aksi dengan menembakan gas air mata. Mahasiswa papua di pukul mundur sampai depan asrama,” jelas dikutip dari akun X @LBH_Makassar.

Berdasarkan informasi dihimpun, beberapa oknum penganiayaan aparat hingga perusakan fasilitas umum telah ditangkap.

Hal ini guna menindaklanjuti kasus yang telah menganiaya Bripda Dimas dalam upaya mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa Papua. ***