POJOKSATU.ID – Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
Sejak awal tahun hingga November 2024, GPM telah dilaksanakan sebanyak 8.750 kali di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini difokuskan pada daerah-daerah yang memiliki potensi kenaikan harga pangan yang cukup tinggi, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Sumatera Utara.
Daerah-daerah tersebut dipilih karena mayoritas penduduknya merayakan Natal dan Tahun Baru, sehingga permintaan akan bahan pangan cenderung meningkat.
Selain GPM, pemerintah juga telah menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebanyak 1,2 juta ton.
Rencananya, penyaluran beras SPHP akan ditambah sebesar 200 ribu ton lagi hingga akhir tahun 2024.
Dengan adanya tambahan pasokan beras ini, pemerintah optimis dapat menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran yang ditargetkan, yaitu antara 1,5% hingga 3,5%.
Baca Juga: PLN Group Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Kalijaga untuk Peringati Hari Pohon Sedunia
Selain dengan adanya GPM dan penyaluran beras SPHP, diharapkan harga pangan di pasaran dapat tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui GPM dan penyaluran beras SPHP telah menunjukkan hasil yang positif.
Ribuan kali pelaksanaan GPM dan penyaluran beras SPHP dalam jumlah yang besar telah membantu menjaga ketersediaan pangan dan Harga jelang nataru.***



