POJOKSATU.ID – Pemerintah terus berupaya agar harga makanan tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.
Salah satu caranya adalah dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah di Indonesia.
GPM adalah program pemerintah untuk menjual berbagai jenis makanan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga yang lebih murah dari biasanya.
Tujuannya agar masyarakat bisa membeli makanan yang mereka butuhkan tanpa harus mengeluarkan banyak uang.
Baca Juga: Jelang Nataru 2024, Harga Tiket Pesawat Turun Harga untuk Penerbangan Domestik
Setiap kali ada hari raya besar seperti Natal dan Tahun Baru, permintaan makanan biasanya meningkat. Hal ini bisa menyebabkan harga makanan naik.
Dengan adanya GPM, pemerintah berharap harga makanan bisa tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat.
GPM sudah dilakukan di banyak daerah di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang merayakan Natal dan Tahun Baru secara besar-besaran, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Sumatera Utara.
Pemerintah terus memantau harga pangan setiap hari melalui situs web panelharga.badanpangan.go.id.
Baca Juga: BRI Raih Gelar The Most Trusted Company 2024, Bukti Keunggulan Tata Kelola
Dengan cara ini, pemerintah bisa mengetahui daerah mana saja yang mengalami kenaikan harga dan segera mengambil tindakan.
Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, memastikan bahwa stok beras di pemerintah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru.
Dengan adanya stok beras yang memadai, pemerintah bisa terus menjaga stabilitas harga beras.
Pemerintah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Melalui Gerakan Pangan Murah dan berbagai upaya lainnya, diharapkan masyarakat bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa khawatir soal harga makanan.***



