POJOKSATU.ID – Peristiwa mengenaskan yang menimpa para peternak sapi di kawasan Boyolali, Jawa Tengah tengah jadi perbincangan publik.

Pasalnya, ratusan ton susu sapi yang diproduksi para peternak ini dibuang tanpa sisa lantaran tidak ada yang beli.

Usut punya usut, pemerintah justru menetapkan bebas pajak terhadap susu impor dari Australia hingga Selandia Baru.

Hal inilah yang menjadi sorotan Budi Arie Setiadi selaku Menteri Koperasi (Menkop) terkait fenomena tersebut.

Baca Juga: Putri Pahlawan Hukum Kusumah Atmaja Diberi Bantuan Kemensos

“Kemenkop akan berkoordinasi dengan koperasi susu dan Industri Pengolahan Susu (IPS),” ucapnya.

“Untuk menjamin penyerapan produksi," lanjutnya yang dilansir Pojoksatu dari akun X milik @prastow.

Sebab, penetapan bebas pajak ini ini membuat para IPS lebih memilih impor ke luar negeri.

Padahal, susu sapi yang diproduksi para peternak lokal diketahui lebih berkualitas daripada hasil impor.

Sebagaimana diketahui, produk yang diimpor para IPS merupakan susu bubuk (skim) dengan harga yang lebih murah daripada milik peternak lokal.

"Padahal susu skim secara kualitas jauh di bawah susu sapi segar, karena sudah melalui berbagai macam proses pemanasan (ultra proses)," terangnya.

Baca Juga: Terkuak! Sistem Zonasi Sekolah Menuai Pro-Kontra, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Tuntut Evaluasi Menyeluruh

Lebih lanjut, video yang beredar luas di media sosial terkait pembuangan ratusan ton susu sapi ini ternyata tidak sepenuhnya benar.

Sebab, para peternak itu sebelumnya diketahui telah membagikan ratusan liter susu sapi kepada warga sekitar.

Namun, aksi pembuangan susu sapi ini dilakukan para peternak lantaran jumlah yang diproduksi diketahui sangat banyak.

“Mereka sudah membagi-bagikan susu ke masyarakat kok. Tapi karena memang jumlahnya sangat banyak,” cuit @AgusMagelangan.

“Sebagian susu akhirnya dibuang ke TPS Winong, sebagian dibuat mandi sebagai bentuk protes ke pemerintah,” lanjutnya. ***