POJOKSATU.ID- Banyak cerita menarik dalam operasi Lodaya yang digelar secara serentak di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Razia dari petugas kepolisian yang digelar pada 14 hingga 27 Oktober 2024 ini dilakukan agar pengendara lebih disiplin dalam berkendara.
Namun, ternyata masih banyak pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas saat mengendarai kendaraannya hingga memaksa petugas menghentikannya.
Tak sedikit juga yang mencoba melakukan aksi nekad menghindari petugas polisi saat kendaraannya akan dihentikan.
Baca Juga: Mengenal Mardani H Maming, Sosok yang Jadi Sorotan di Instagram Ammar Zoni
Seperti yang terjadi di salah satu jalan di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Tampak sejumlah petugas sedang bersiaga di jalan raya untuk menggelar Operasi Lodaya 2024.
Beberapa kendaraan roda dua terpaksa dihentikan oleh polisi karena melanggar aturan lalu lintas, seperti tak menggunakan helm atau plat nomor.
Sementara itu pengendara yang dianggap tak melanggar karena melengkapi kendaraannya sesuai aturan, bisa melanjutkan perjalanannya.
Kemudian, terlihat dua orang dewasa yang diduga sepasang suami istri dengan buah hatinya yang masih kecil duduk di depan motor melintasi jalan tersebut.
2 petugas polisi sudah berada di tengah jalan untuk menghentikannya karena sepasang suami istri tersebut tak menggunakan helm.
Bukannya berhenti, pengendara tersebut malah melakukan aksi nekad dengan melaju secara zigzag bak pembalap Moto GP untuk menghindari petugas polisi.
Aksinya tersebut berhasil membuat polisi terkecoh dan tak ada tindakan dari para petugas untuk menghentikan secara paksa pengendara tersebut karena melihat ada bocah kecil yang bisa membahayakannya.
Aksi pengendara motor matic berwarna merah ini tak cukup dengan menghindari petugas.
Ketika sudah berhasil lolos, sambil memacu kendaraannya ia menengok ke belakang sembari mengangkat satu tangannya yang diarahkan ke polisi.
Ia menantang para petugas dan terdengar "kata-kata mutiara" dari pengendara yang tidak pantas diucapkan.
Sementara itu, istrinya hanya bisa terdiam dan buah hatinya yang tak tahu apa-apa, juga sangat terkejut dengan apa yang dilakukan ayahnya.
Aksi nekad pengendara yang berhasil direkam oleh seorang warganet, akhirnya viral di media sosial.
Tak butuh waktu lama bagi Polres Mojokerto untuk mengetahui identitas pengendara tersebut.
Dalam waktu semalam, Polres Mojokerto sudah bisa bersilaturahmi ke rumah pengendara dan membawanya beserta motornya ke kantor polisi.
Di kantor Polres Mojokerto, pengendara mendapat "surat cinta" dari petugas polisi karena melanggar aturan lalu lintas.
Setelah itu, pengendara juga meminta maaf atas aksi nekad yang dilakukannya karena bisa membahayakan petugas polisi, pengendara lain, dan keluarganya.
Kemudian, pengendara diajak makan malam di kantin Polres Mojokerto untuk menikmati sebungkus nasi goreng sembari dinasehati oleh polisi agar perbuatannya tak diulangi lagi.***




