POJOKSATU.id - Presenter Kompas TV, Ni Luh Puspa, mengaku terkejut ketika ditawari posisi wakil menteri di kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Kemungkinan besar, ia menempati sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika.
Meski begitu,Ni Luh Puspa mengungkap tidak pernah ada sinyal sebelumnya soal penunjukannya untuk bergabung di pemerintahan.
"Tidak pernah sama sekali, tidak pernah ada sinyal apapun. Totally saya juga kaget. Saya juga bertanya, 'kenapa saya?'" ungkap Ni Luh di Hambalang, Jawa Barat, pada Kamis (17/10/2024).
Ni Luh Bertutur, prosesnya berlangsung sangat cepat. Mayor Teddy memberi tahu hal-hal yang perlu disiapkan untuk pembekalan wakil menteri di Hambalang, termasuk dress code.
"Dan dijabarkan beberapa poin. Dan saya bilang, 'oke, saya minta waktu sejenak untuk berdiskusi dengan beberapa orang,'" jawabnya saat itu.
"Jadi memang prosesnya sangat cepat sekali," tutur Ni Luh.
Setelah mempertimbangkan secara matang dan berdiskusi dengan beberapa orang, ia akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.
"Hal yang ditawarkan adalah hal yang saya punya rasa passion di situ, kemudian saya merasa, 'oke ini adalah bidang yang bisa saya lakukan'," jelasnya.
Jika tidak sesuai minatnya, ia mengaku tidak akan menerimanya.
Ni Luh memang tidak termasuk dalam daftar calon menteri dan wakil menteri yang dipanggil ke Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, pada Selasa (15/10/2024).
Namun, pada Kamis (17/10/2024), ia hadir dalam pembekalan wakil menteri di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, bersama pengacara Otto Hasibuan, mantan Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Direktur Utama Aviasi Pariwisata Indonesia, Dony Oskaria.
Banyak Dicari, Profil Ni Luh Puspa
Usai itu, biodata dan profil Ni Luh Puspa langsung banyak dicari. Berikut salah satu informasi lengkap yang ditelusuri pojoksatu.id dari berbagai sumber.
Seolah memberi sinyal, Ni Luh Puspa juga menyematkan postingan di instagram miliknya @niluhpuspa tentang perjalanan hidup yang dilaluinya: "Merayakan 36 tahun perjalanan hidup".
Diketahaui Ni Luh Puspa lahir di Singaraja, Bali, pada 18 November 1986. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, ia banyak menghabiskan waktu bersama kakek dan neneknya.
Nama "Ni Luh" dalam bahasa Bali berarti anak perempuan pertama.
Sebelum meniti karier sebagai presenter, Ni Luh pernah bekerja di berbagai bidang dan berpindah-pindah kota, termasuk Denpasar, Surabaya, dan Makassar.
Karier jurnalistiknya dimulai pada 2010 ketika ia merantau ke Makassar dan bekerja di sebuah radio lokal, dibimbing oleh sastrawan Asdar Muis dan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Pada 2012, Ni Luh bergabung dengan Sun TV Makassar sebagai presenter sambil melanjutkan kuliah. Ia juga bekerja di Tabloid Bisnis Sulawesi dan menjadi presenter cadangan di RCTI Makassar.
Pada 2015, ia memutuskan untuk rehat dan menyelesaikan studinya di STIE Nobel Indonesia, lulus pada 2016.
Pada 2018, Ni Luh berhasil bergabung dengan Kompas TV dan kini memiliki program bernama "NI LUH," yang menayangkan liputan investigasi setiap Senin. Selain presenter, ia juga berperan sebagai produser di stasiun televisi tersebut.
Mendadak Wamen
Tawaran menjadi wakil menteri datang secara tiba-tiba, tanpa melewati tahap pemanggilan di kediaman Prabowo, seperti calon menteri lainnya.
"Itu prosesnya cepat, ya. Benar-benar baru kemarin dihubungi," kata Ni Luh usai pembekalan di Hambalang. Ia diberitahu agenda dan persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk dress code berupa batik.
Ni Luh belum mengungkapkan secara rinci jabatan yang ditawarkan, tetapi ia merasa bidang tersebut sesuai dengan passion-nya.
Saat ditanya apakah posisinya adalah Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, ia menjawab secara diplomatis, "Saya merasa passion di situ. Soal jabatannya apa, nanti Presiden terpilih yang umumkan."
"Ini adalah kepercayaan yang saya pertimbangkan dengan matang," pungkasnya.***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.




