POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto masih terus dibidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi DJKA dan perkara buronan Harun Masiku.

Dalam kasus Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, secara keseluruhan dugaan korupsi kasus ini sekitar Rp2,823 miliar.

KPK mengaku sedang mencari bukti-bukti keterkaitan Hasto Kristiyanto di perkara DJKA dan Harun Masiku.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, saat ditanya perkembangan pengusutan keterlibatan Sekjen Hasto di dua perkara yang sedang diusut KPK ini, KPK menyebut sedang mencari bukti-bukti yang berkaitan dengan Hasto.

Baca Juga: Apes Mobil Bergambar Calon Bupati dan Wakil Bupati Di Bobol Maling Siang Bolong, Uang Dana Desa Ratusan Juta Raib Dari Dalam Mobil

"Sekarang tetap berjalan perkaranya tentunya, kita minta keterangan beberapa pihak, kemudian kita sedang mencari bukti-bukti yang berkaitan dengan yang bersangkutan," kata Asep kepada wartawan, Jumat (11/10).

"Jadi sedang kita cari informasi (keterlibatan Hasto)," kata Asep.

Asep mengingatkan status Sekjen Hasto Kristiyanto di dua perkara tersebut saat ini masih sebagai saksi.

Diketahui, KPK melakukan kegiatan OTT dalam dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap oleh penyelenggara negara di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub terkait Pembangunan Jalur Kereta Api di Wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Bagian Tengah, Jawa Bagian Barat, dan Jawa-Sumatera TA 2018-2022.

Tim KPK berhasil mengamankan 25 orang, yaitu 16 orang diamankan di Jakarta dan Depok Jawa Barat, 8 orang di Semarang, dan 1 orang di Surabaya.

Baca Juga: Hilang Saat Diving di Perairan Maluku, Tubuh WN Amerika Ditemukan Terpotong di Perut Hiu

Dalam kegiatan tangkap tangan tersebut, Tim KPK juga mengamankan sejumlah Barang Bukti berupa uang sebesar sekitar Rp2,027 Miliar, US$20.000, kartu debit senilai Rp346 juta, serta saldo pada rekening bank senilai Rp150 juta, sehingga secara keseluruhan setara sekitar Rp2,823 Miliar.

Sebelumnya, diketahui Hasto sudah diperiksa sebagai saksi di perkara DJKA pada Selasa 20 Agustus 2024.

Saat itu, Hasto dicecar terkait pertemuan dengan tersangka dan disebut memberikan penugasan soal proyek kereta api.

"Informasi yang kami dapatkan dari penyidik adalah terkait klarifikasi pertemuan saudara HK dengan saudara Harno (Harno Trimadi, salah satu tersangka)," kata Jurubicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto, Selasa (20/8).

Selain itu kata Tessa, Hasto juga diduga memberikan penugasan kepada Harno terkait proyek kereta api melalui Wakil Sekjen PDIP, Yoseph Aryo Adhi Dharmo.

"Intinya adalah seputar pertemuan. Apakah pertemuan itu diketahui oleh penyidik dari informasi barang bukti elektronik, chat, maupun kesaksian dari saksi-saksi atau pihak-pihak yang lain itu belum terinfokan," kata Tessa.

Selain di perkara DJKA, Hasto juga sudah diperiksa dalam perkara suap yang melibatkan Harun Masiku. Tim KPK sudah menyita handphone, buku, dan barang lain milik Hasto yang disebut ada kaitannya dengan pencarian Harun Masiku.***