POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Apes kendaraan mobil bergambar calon bupati dan wakil bupati di bobol maling, uang dana desa ratusan juta di dalam mobil raib.
Kejadian tersebut terjadi kemarin siang, disalah satu rumah makan yang ada di wilayah hukum Polsek Plered.
Kemungkinan, komplotan pembobol mobil (pecah kaca) tersebut membuntuti terlebih dahulu mobil bergambar calon Bupati dan wakil bupati.
Baca Juga: Hilang Saat Diving di Perairan Maluku, Tubuh WN Amerika Ditemukan Terpotong di Perut Hiu
Apalagi ketika mobil tersebut berada di area Bank, kemungkinan pelaku berfikirnya team calon bupati dan wakil bupati tengah mengambil uang untuk kampanye.
Padahal, mobil yang bergambar calon bupati dan wakil bupati tersebut ditumpangi oleh bendahara desa, mencairkan anggaran dana desa.
Kapolsek Plered, Kompol. Ali Murtado, membenarkan bahwa ada kejadian pecah kaca di wilayah hukumnya.
Baca Juga: BNI dan Kenangan Emosional Prabowo: Warisan Keluarga yang Terus Berlanjut
“Iya, jumlah uang yang berhasil dibawa pelaku di dalam mobil tersebut 361 juta,” kata Ali, melalui sambungan seluller Kamis malam (10/10).
Saat ini pihak kepolisian tengah mendalami kasus tersebut, berusaha keras mengungkap siapa pelaku pecah kaca tersebut.
“Kita juga akan melihat cctv -cctv di sepanjang tempat kejadian,” tambah Ali.
Kini, kasus pembobolan mobil bergambar calon bupati dan wakil bupati tersebut ditangani oleh Polres Purwakarta.
Bahkan, malam tadi hingga pukul 23.00 WIB pojoksatu.id memunggu Kades Pasanggrahan Tegalwaru yang membuat laporan di Polres Purwakarta.
Sayangnya hingga pukul 23.00 WIB, pelaporan pembobolan mobil bergambar Anne – BH yang mengakibatkan raibnya uang dana desa ratusan juta belum kunjung selesai.
Terpisah, Camat Kecamatan Tegalwaru, membenarkan bahwa ada kejadian pembobolan mobil yang mengakibatkan raibnya uang dana desa ratusan juta rupiah.
“Dari informasi yang sampai ke saya, kejadiannya siang hari setelah keluar dari Bank. Kemudian korban mampir dulu di rumah makan sate simpang lima,” kata Benny, camat tegalwaru kepada pojoksatu.id.
Berbagai kecurigaanpun muncul, karena kabarnya pencairan dana desa tersebut hanya diketahui beberapa gelintir orang.
Lalu siapa saja segelintir orang yang mengetahui pencairan danna desa ratusan juta tersebut, pojoksatu.id hingga kini masih terus melakukan investigasi.***




