POJOKSATU.id - Baru-baru ini beredar potongan video Ketua Tim Pemenangan Pilkada PDI Perjuangan, Adian Napitupulu pernah menyinggung kinerja Anies Baswedan selama memimpin Jakarta.

Adapun video itu jadi viral di tengah santernya kabar PDI Perjuangan yang akan mengusung Anies Baswedan dan Rano Karno di Pilgub Jakarta 2024.

Ditambah lagi, beberapa waktu lalu Anies Baswedan telah berkunjung ke kantor PDI Perjuangan Jakarta dan bertemu para elite partai.

Baca Juga: Harta Kekayaan Rano Karno Pasangan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024, Anda Pasti Tidak akan Menyangkanya

Usut punya usut, pernyataan Adian Napitupulu mengenai Anies Baswedan tersebut ia sampaikan dalam acara ILC yang tayang pada Selasa, 13 Agustus 2019 silam.

Dalam acara bertajuk Anies di Pusaran Bully tersebut, Adian Napitupulu mengatakan bahwa Anies Baswedan hanya pandai merangkai kata ketimbang mengurus Jakarta.

"Kalau ada yang mengatakan Anies itu pintar mengelola kata, bukan mengelola kota, karena sampai saat ini kerjanya belum terlihat," ujar Adian Napitupulu, dikutip POJOKSATU.id pada akun X @kurawa pada Senin, 26 Agustus 2024.

Baca Juga: Rumor Keretakan Rumah Tangganya Dicap Gimmick demi Film 'Lembayung', Baim Wong Minta Netizen Stop Fitnah

Selain itu, Adian juga membuat kalimat perumpamaan dengan menyebut nama presiden terpilih RI, Prabowo Subianto untuk menilai Anies.

"Singkatnya begini, kalau ada orang lapar datang ke Prabowo dia kasih makan. Kalau datang ke Anies, makannya gak dapat, pemikirannya gak dapat tapi dikasih cerita," tambah Adian.

Diketahui, saat itu Adian tidak ingin disebut melakukan pembullyan terhadap Anies.

Baca Juga: Bikin Geger Karena Miliki Bayi Laki-laki, Ternyata Ini Sosok Ria Andrews Kekasih Stefan William

Pasalnya, ia menilai bahwa apa yang ia lakukan merupakan bentuk kritisi atas kinerja Anies selama memimpin Jakarta.

"Anggap saja itu kritik, terus kenapa kalau dikritik orang, ada yang salah, nggak ada, apakah kritik identik dengan bully, nggak juga, nggak ada yang tersakiti kok di sini," tambahnya.

Adian juga menambahkan saat itu, bahwa Anies tidak konsisten dalam kata-katanya.

"Semua rakyat tahu, kok semacam plin plan ya, dulu nggak boleh, sekarang boleh, lalu katanya itu pulau, pidato Anies nyebutnya pantai reklamasi,"

"kan kita jadi bingung, kok nggak konsisten dalam definisi, nggak konsisten dalam kata-kata bagaimana dalam tindakannya,"

Baca Juga: Tolak Ajakan Masuk PDI usai Mundur dari Golkar, Wanda Hamidah Ingatkan Adian Napitulu : Semua Parpol Punya Andil dalam Kerusakan Demokrasi

"Dikatakan programnya berjalan, mungkin beberapa programnya berjalan, tapi apakah seperti janji kampanye dulu, katanya oke oce, rumah DP 0 persen, mana?"

"Sejauh mana Oke Oce mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Jakarta, berapa yang bertahan, berapa perputaran uangnya, mana pertanggungjawabannya untuk rakyat,terhadap anggaran untuk oke oce itu, harusnya ada dong," tegasnya.***