POJOKSATU.id, JAKARTA— Korban asusila Ketua KPU Hasyim Asyari yaitu wanita inisial CAT sengaja hadir ke kantor DKPP mendengar putusan atas kasusnya, Rabu (3/7).

Wanita berwajah cantik ini mengaku ingin memberikan inspirasi ke korban-korban di Indonesia mau kasus apapun itu untuk dapat berani, terutama perempuan, mengajukan atau memperjuangkan keadilan.

Akibat perbuatan asusila yang dilakukan Ketua KPU Hasyim Asyari di Negeri Belanda, menyebabkan Ketua KPU dipecat DKPP.

Wanita berparas cantik ini saat diwawancarai wartawan mengatakan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DKPP yang sudah berani mengambil keputusan yang seadil-adilnya untuk kasus ini.

Baca Juga: Ketua KPU Dipecat Karena Main Perempuan, Koordinator Staf Khusus Presiden Jokowi Langsung Beri Tanggapan

Dia juga mengucapkan terima kasih untuk teman-temannya, Aristo, Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum dan Pilihan Penyelesaian Sengketa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LKBH-PPS FHUI) yang sudah mendampinginya selama persidangan.

Walaupun demikian, CAT selaku pengadu mengaku tidak mudah menjalani proses di DKPP RI.

Dari awal hingga sekarang ini dia mengaku mengalami ups downs yang cukup besar yang dimana dia terkadang juga bingung dalam kasus ini.

Tetapi karena dia didampingi oleh kuasa hukum yang sangat hebat, sampai hasilnya pada hari ini telah ditentukan.

Dia juga mengaku sengaja hadir dari Belanda ke Kantor DKPP RI untuk menghadiri persidangan secara langsung Rabu (3/6).

Baca Juga: Tim Balap Honda Daya Jayadi Racing Team Amankan Poin Penting di Seri Kedua MotoPrix Tasikmalaya

"Karena saya sendiri ingin mengikuti, melihat, bagaimana keadilan di Indonesia ditegakkan, dan sekarang adalah buktinya di mana semua keadilan itu ditegakkan oleh DKPP," katanya.

"Dan juga saya ingin memberikan inspirasi kepada semua korban, mau kasus apa pun itu untuk dapat berani, terutamanya perempuan, untuk mengajukan atau memperjuangkan keadilan," tegasnya.

Sementara Ketua KPU Hasyim Asy’ari menerima keputusan DKPP yang memecatnya.

Dia malah mengucapkan syukur atas putusan DKPP yang membuatnya terbebas dari tugas berat sebagai Ketua KPU RI.

“Saya mengucapkan Alhamdulillah, dan saya ucapkan terima kasih kepada DKPP yang telah membebaskan saya dari tugas-tugas berat sebagai anggota KPU yang menyelenggarakan pemilu,” jelas Hasyim di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2024).

Dia juga meminta maaf, tapi bukan ditujukan secara spesifik kepada korban inisial CAT, melainkan kepada jurnalis yang selama ini berinteraksi dengannya.***