POJOKSATU.id, BANDUNG— Biodata Dimas Yonathan Tarigan ternyata sempat diunggah sendiri oleh guru SMK Sangkuriang 1 Cimahi ini di flatform linkedin.
Umur Dimas Yonathan Tarigan masih muda 24 tahun saat memilih jalan hidup gantung diri di flyover Cimindi Kota Bandung Jumat pagi (28/6).
Saat ini, profesi Dimas Yonathan adalah guru Bahasa Indonesia di SMK Sangkuriang 1 Cimahi Jawa Barat.
Ia lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan titel SPD. Dimas Yonathan lulus UPI tahun 2022. Lulus SMA tahun 2018. Lulus SMP tahun 2015 dan lulus SD tahun 2012.
Baca Juga: Kisah Dea Rachma, Alumni UGM Peraih Cumlaude Memilih Jadi Cleaning Service di Australia
Dimas masuk SD tahun 2006. Dimas merupakan pemuda kelahiran tahun 2000.
Dimas beragama Kristen Katolik. Beralamat di Bandung. Nama ayahnya adalah Sabarkin Tarigan dan nama ibunya Erna Nurhasni.
Keluarga ini berasal dari suku Karo yang merupakan salah satu suku di Sumatera Utara.
Dimas Yonathan Tarigan memasukkan namanya dalam flatform linkedin dengan nama Dimas Yonathan.
Dia mengaku sebagai mahasiswa atau student di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Dimas membuat data ini saat berstatus sebagai mahasiswa UPI Bandung.
Baca Juga: Fakta-fakta Baru Dimas Yonathan Tarigan Guru SMK Sangkuriang 1 Cimahi Bunuh Diri di Flyover Cimindi
Dimas menyebut sebagai seorang freshgraduate jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Pendidikan Indonesia. Dia mengaku mudah belajar hal-hal baru.
Dia juga pernah mengikuti program magang di media harian Pikiran Rakyat. Saat itu dia mampu memproduksi 6 tulisan feature dan 2 straightnews selama kegiatan magang berlangsung.
Dimas memiliki keterampilan menulis dan manajemen waktu yang baik. Dengan kualifikasi tersebut, dia yakin dapat berkontribusi dalam perusahaan jika dia terima.
Demikian sebagian biodata yang dituliskan Dimas Yonathan Tarigan di flatform linkedin.***




