POJOKSATU.id, CIREBON — Kasus Vina Cirebon dan pacarnya Eky memunculkan fakta baru dari kesaksian Liga Akbar Cahyana, teman dekat Eky dan Vina.
Pada tanggal 27 Agustus 2016 siang hari, Liga Akbar dan Eki berangkat bersama dari Cirebon ke Majalengka menggunakan sepeda motor masing-masing. Lalu keduanya kembali ke Cirebon sore harinya.
Pertemuan terakhir antara Liga Cahyana Akbar dengan Eky dan Vina terjadi usai Magrib, dimana Eky dan Vina datang ke warung dan Eky sempat meminta rokok dan ngopi. Tak lama kemudian mereka berangkat dari sana.
Sesudahnya tak ada lagi perjumpaan antara Eky dan Vina dengan Liga Akbar, hingga Liga Akbar mendengar kematian Eky dari sahabatnya yang lain.
Liga menceritakan bahwa saat sedang nongkrong di depan warung seberang SMAN 4 pada malam kejadian, ia mendapat kabar tentang kematian Eki dari temannya yang berinisial T.
Inisial T menerima informasi tersebut dari ketua klub motor di mana Eki menjadi anggota. Lalu T mendapat info dari ketua XTC 04 Sumber, kelompok motor Eki, melalui telepon.
Ketua XTC itu mengabarkan bahwa Eki meninggal dunia karena kecelakaan.
Ditemui Sabtu (15/6/2024), Liga Akbar menceritakan kronologi terakhir dirinya bertemu Eki dan Vina.
Pada tanggal 27 Agustus 2016 siang hari, Liga Akbar dan Eki berangkat dari Cirebon ke Majalengka menggunakan dua sepeda motor, masing-masing menggunakannya seorang diri.
Dan sore harinya mereka pulang ke Cirebon dan tiba di warung depan SMAN 4 Cirebon sekitar pukul 16.00 WIB sore.
Di warung tersebut, Liga dan Eki bertemu dengan tiga orang lain teman mereka yang berinisial B, T, dan L.
Eki kemudian pamit untuk menjemput Vina sekitar pukul 16.30 WIB sore, meninggalkan Liga dan teman-temannya di warung.
Setelah Magrib, Eki kembali ke warung bersama Vina. Saat datang ini, Eki hanya minta rokok, mengopi sebentar dan terus pamit pulang untuk hadir rapat organisasi di Bumi Arumsari.
Baca Juga: Sholat Idul Adha Terakhir Presiden Jokowi di Semarang, Ketua KPU Hasyim Asyari Bertindak Jadi Khatib
Sementara Liga saat itu tetap nongkrong di warung hingga pukul 12 malam.
Pada pukul 12 malam, Liga menerima kabar dari temannya berinisial T bahwa Eki telah meninggal dunia.
Bersama dengan teman-temannya, Liga segera menuju rumah sakit Ciremai namun tidak menemukan Eki di sana. Mereka lalu ke RSD Gunung Jati dan menemukan Eky di ruang jenazah dan Vina di IGD.
Lalu Liga dimintai keterangan oleh dokter di sana menanyakan apakah benar almarhum Eky dan korban Vina dikenalnya. Vina saat itu masih bernafas.
Setelah memastikan identitas Eki dan Vina, Liga diminta oleh pihak rumah sakit mengabarkan kepada keluarga korban. Liga kemudian menghubungi ibu Eki dan mengabarkan kejadian tersebut.
Setelah bertemu dengan ibunya Eki di rumah sakit, Liga diminta untuk mengabarkan kejadian ini kepada keluarga Vina.
Baca Juga: Prabowo Gelar Salat Idul Adha di Hambalang, Total Ada 50 Ekor Sapi Siap Dikorbankan
Liga kemudian menuju rumah Vina di Kampung Samadikun. Dan ternyata di dekat rumah Vina juga sedang ada yang berduka. Ia bertemu dengan nenek Vina dan mengabarkan bahwa Vina berada di rumah sakit. Setelah itu, Liga kembali ke rumah sakit.
Saat kembali ke rumah sakit, Liga Akbar Cahyana bertemu dengan Rudiana, ayah Eky di rumah sakit tersebut. Keduanya sempat bercakap-cakap.
Saat bertemu Rudiana di rumah sakit, Rudiana bertanya apakah Liga Akbar bersama Eky sebelum kejadian itu.
"Saya menjawab, 'Tidak, Pak," ujar Liga dalam wawancara pada Sabtu (15/6/2024).
Liga saat itu ditemani oleh temannya yang berinisial R.
"Saya di sana bersama teman saya, inisial R," ucapnya.
Kesaksian baru Liga Akbar Cahyana ini menimbulkan kecurigaan adanya rekayasa dalam penanganan kasus pembunuhan Vina dan Eky.
Liga telah memberikan kesaksiannya dalam persidangan di PN Cirebon. Namun, kesaksiannya tersebut berdasarkan BAP yang tidak sesuai fakta.***




