POJOKSATU.id - Fakta baru terungkap usai Pegi alias Perong ditangkap Polda Jabar. Otak pembunuhan Vina Cirebon itu ditangkap di Bandung pada Selasa 22 Mei 2024.
Sosok yang disebut-sebut sebagai otak pembunuhan Vina Cirebon, Pegi alias Perong memiliki nama asli Pegi Setiawan.
Selama ini, keberadaan Pegi sama sekali tidak terendus oleh polisi sampai 8 tahun lamanya.
Kasus penyiksaan, pemerkosaan serta pembunuhan Vina dan Eki, kekasihnya, itu kembali viral setelah tayang film Vina: Sebelum 7 Hari.
Kisah nyata kekejaman geng motor yang diangkat ke layar bioskop tersebut lantas membuat publik mengalihkan sorotan tajam pada institusi Polri.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Jules Abraham Abast mengungkap, Pegi ditangkap di Jalan Kopo, Kota Bandung, sekitar pukul 18.23 wib.
"Tersangka PS diduga sebagai otak kasus pembunuhan disertai pemerkosaan yang terjadi 8 tahun silam," kata Jules kepada wartawan, Kamis 23 Mei 2024.
Saat ditangkap, Pegi tengah dalam perjalanan pulang usai bekerja sebagai kuli bangunan di kawasan Kopi.
Selama ini Pegi juga disebut selalu berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejak dan agar tidak terendus polisi.
Selain Bandung, Jules menyebut Pegi juga sempat bersembunyi di Cirebon.
Selama pelarian dan persembunyiannya itu, agar tidak terlacak, Pegi mengubah namanya menjadi Robi.
"Dia berganti nama. Panggilan di tempat kerja (kuli bangunan) mengaku bernama Robi," beber Jules.
Rumah Pegi Digeledah Polisi
Usai penangkapan Pegi di Bandung, polisi langsung melakukan penggeledahan di rumah Pegi.
Tepatnya rumah nenek Pegi dimana sang buronan selama ini tinggal di Desa Kepongpongan, Blok Simaja RT/RW 02, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.
Penggeledahan dilakukkan tim dari Polda Jabar bersama timsus Polres Cirebon Kota.
"Kami melaksanakan penggeledahan selama 3 jam untuk mencari bukti-bukti yang sekiranya dapat membantu membuat terang proses penyidikan yang sedang kita tangani," tutur Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Anggi Eko, Rabu (22/5/24).
Selain melakukan penggeledahan, polisi juga memintai keterangan keluarga Pegi dan sejumlah saksi.
Sayangnya, Anggi tidak mengungkap apa saja barang bukti yang didapat dari rumah Pegi.
"Ada 3 orang dari keluarga (Pegi) dan saksi yang kami mintai keterangan. Untuk barang bukti nanti kita sampaikan kembali," jelasnya.
AKP Anggi menambahkan, untuk perkembangan lebih jauh akan disampaikan kembali ketika sudah dianggap selesai.
"Karena ini sifatnya penyidikan, untuk perkembangan lebih lanjut kami akan sampaikan ke publik," jelas dia.
Pengakuan Tetangga
Sekedar informasi, rumah nenek Pegi tersebut jauh dari kesan rumah mewah atau rumah pejabat.
Rumah bercat hijau tersebut malah terbilang cukup sederhana dengan cat yang hanya pada pagian depan saja dan bata merah yang masih dibiarkan terbuka.
Wartawan pun tak bisa mewawancarai keluarga Pegi lantaran dicegah oleh polisi dengan alasan masih penyelidikan.
Pojoksatu.id lantas mencoba mencari informasi dari para tetangga dan mendapati fakta mencengangkan.
Ternyata warga selama ini tidak mengetahui bahwa Pegi terlibat atau jadi otak pembunuhan Vina Cirebon.
"Enggak tahu, soalnya selama ini orangnya ya biasa-biasa aja," ungkap salah seorang warga.
Pria yang meminta namanya dirahasiakan itu juga mengungkap tidak pernah menyangka jika Pegi adalah anggota geng motor.
"Kaget lah. Selama ini juga tahunya baik-baik saja. Baru tahu jadi buron ya setelah didatangi polisi sekarang," beber dia.
Sementara warga lainnya, yang juga tak mau menyebutkan namanya, rumah tersebut bukan rumah orangtua Pegi.
"Rumah neneknya Pegi Setiawan," kata tetangga lainnya.
Dia juga mengetahui bahwa Pegi sehari-hari selama ini bekerja sebagai kuli bangunan.
Akan tetapi dia tidak mengetahui persis dimana tepanya Pegi bekerja.
Yang ia ketauhui bahwa Pegi memang tidak selalu pergi-pulang dan tidak setiap hari ada di rumah tersebut.
Terakhir kali ia mengaku melihat Pegi di rumah itu sekitar seminggu yang lalu.
"Seingat saya itu dia pagi berangkat ke Bandung, sekitar satu minggu lalu," beber dia.
Dia juga mengungkap bahwa rumah orangtua Pegi memang ada di Kota Bandung.
"Yang di Bandung itu bapaknya sama ibu tirinya," ungkap warga tersebut.***




