POJOKSATU.ID- Kuasa Allah, sebuah Surau di Kabupaten Agam Sumatera Barat (Sumbar), masih tetap berdiri utuh meski terkena hempasan banjir lahar dingin dari Gunung Marapi.

 Allah menunjukan kuasanya melalui Surau atau Masjid, yang terkena banjir lahar dingin Gunung Marapi Sumbar.

Banjir lahar dingin memporak-porandakan seluruh bangunan di Kabupaten Agam, namun Surau Kasiak An Nur seakan tak disentuh oleh lahar dingin Gunung Merapi.

Keajaiban tersebut, terekam jelas dalam unggahan video yang beredar.

meski banjir lahar dingin memporak-porandakan semua bangunan di Kabupaten Agam, namun Surau Kasiak An Nur seakan tak disentuh oleh lahar dingin Gunung Merapi.--
Dalam unggahan dijelaskan, Surau Kasiak An Nur berada di Simpang Bukik, Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, Sumbar.

Baca Juga: Kanwil Kemenkumham Jabar Terima Kunjungan DPRD Karawang untuk Konsultasi Raperda Stunting

Terlihat, meski bangunan disekelilingnya ambruk tak bersisa, namun Surau Kasiak An Nur tetap berdiri kokoh.

Sontak, hal tersebut membuat warganet takjub atas keajaiban yang Allah tunjukkan pasca terjadinya banjir lahan dingin Gunung Marapi.

Bahkan, banyak warganet yang menyebut jika kejadian tersebut hampir sama dengan Masjid Baiturrahman di Aceh pada 2004 lalu.

"Allahuakbar, hampir sama dengan Masjid Baiturrahman di Aceh," beber warganet.

Baca Juga: Inikah JADWAL PENDAFTARAN PPG Daljab 2024? Bagaimana Cara Daftar PPG Dalam Jabatan 2024 di SIMKB?

"Subhanallah, Allah menunjukkan kuasanya," timpal lainnya.

"Bukti kehebatan Allah, meski bangunan lainnya hancur, namun tidak untuk tempat ibadah," @kasniriansyah.

Sebelumnya, korban banjir lahar dingin Gunung Marapi Sumatera Barat (Sumbar), bertambah dari sebelumnya 37 orang kini menjadi 41 orang meninggal dunia, dan 17 masih dalam proses pencarian.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat Ilham Wahab, Senin 13 Mei 2024.

Dijelaskan Ilham, ini data masih tetap bergerak. Mengingat, kemarin sampai sore, tercatat baru ada 37 orang korban meninggal dunia.

Baca Juga: Terungkap Saat Praktik Shalat Dhuha, Bocah 8 Tahun Lebam Disekujur Tubuh Usai Dianiaya Ayah Tirinya

"Kemudian pagi ini, sudah bergerak lagi karena tadi malam ada penambahan korban dari kejadian di Padang. Ini data sementara kami korban sudah mencapai 41 orang," kata Ilham.

Sementara itu, Ilham menambahkan, masih ada 17 korban lagi yang masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan dilapangan.

"Ya, 17 masih dalam proses pencarian," ungkap Ilham.

Diketahui, banjir lahar dingin Gubung Marapi Sumatera Barat (Sumbar) turut menyebabkan longsor dan jalan utama Padang-Bukittinggi lumpuh total.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Karawang Kecam Keras Kasus Sodomi Belasan Anak, Pelaku Wajib Dihukum Berat

Banjir lahar dingin Gunung Marapi Sumbar, menyebabkan beberapa wilayah terdampak longsor dan membuat sebagian jalan menjadi retak.

Bahkan dilansir dari berbagai sumber, lahar dingin Gunung Marapi Sumbar menyebabkan jalan utama yang menghubungkan Padang- Bukittinggi lumpuh total.

Kartyana menyebut, dampak banjir lahar dingin Gunung Marapi Sumbar, beberapa kawasan di Lembah Anai mengalami longsor dan jalan retak.

"Untuk saat ini, pengendara tidak bisa melewati jalan Padang-Bukittinggi. Selain itu, ada beberapa wilayah terjadi longsor dan jalan retak di Agam dan Tanah Datar," bebernya.

Tak hanya itu, Kartyana juga menjelaskan, banjir lahar dingin Gunung Marapi Sumbar membuat satu jembatan hanyut terbawa arus. ***