POJOKSATU.id - Bank Indonesia NTT menyatakan El Nino menyebabkan penurunan -0,47% yoy dalam pertumbuhan sektor pertanian di NTT.
Kepala BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, mengatakan meskipun pertanian turun akibat El Nino, sektor lain memberi kontribusi positif pada ekonomi NTT.
Pertumbuhan ekonomi NTT Q1 2024: administrasi pemerintahan (+9,71% yoy), perdagangan (+5,56% yoy), konstruksi (+1,01% yoy), akomodasi makanan-minuman (+10,06% yoy).
Baca Juga: Setahun Berlalu, Polda Sumut Tangkap Pelaku Kekerasan Anak 10 Bulan, Mayatnya Dibuang ke Taput
Pada triwulan I 2024, ekonomi Provinsi NTT tumbuh sebesar 3,61 persen (yoy) atau -6,64% (qtq), setelah sebelumnya tumbuh sebesar 4,14 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Dalam hal kontribusi spasial, wilayah Balinusra memberikan sumbangan sebesar 22,04 persen dari total perekonomian Balinusra.
Sementara pertumbuhan ekonomi nasional mengalami peningkatan sebesar 5,11 persen (yoy), melampaui pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 5,04 persen.
Baca Juga: AS Berhenti Kirim Senjata ke Israel, Tapi Kok Setengah-setengah Gini?
Bank Indonesia wilayah NTT memperkirakan pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II 2024 akan meningkat seiring dengan dimulainya musim panen padi.
Salah satu komoditas utama dalam lapangan usaha utama pertanian, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Mereka juga mengajak untuk sinergi dan kolaborasi dari semua pihak guna menjaga momentum pertumbuhan ini demi mencapai tujuan Indonesia Maju 2045.***


