POJOKSATU.id - Ingin memotivasi agar warga menggunakan hak pilihnya dalam pencoblosan Pemilu 2024, seorang seniman sekaligus guru di SMPN 1 Majalengka, Maya Berlin berinisiatif membuat TPS unik dengan dekor TPS 002 Jatipamor Majalengka berbentuk candi dan tema terakota.
Dibantu oleh anggota KPPS di TPS 002 Jatipamor Majalengka, Maya Berlin mulai mengerjakan dekor TPS unik ini seminggu sebelum pencoblosan Pemilu 2024 hari ini, Rabu (14/2/2024) dengan rancangan candi dan tema terakota.
TPS unik dengan dekor candi dan tema terakota di TPS 002 Jatipamor Majalengka yang dibuat Maya Berlin ini berukuran panjang 8 meter, lebar 4 meter dan tinggi hingga 4 meter yang berfungsi sebagai gerbang masuk dan keluar area TPS pencoblosan dalam Pemilu 2024.
Untuk menguatkan nilai dan semangat yang diusung TPS unik pada dekor TPS 002 Jatipamor Majalengka berupa candi dan tema terakota sebagai gerbang masuk pencoblosan itu, Maya Berlin dan anggota KPPS pun menyesuaikan kostumnya saat pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2024.
Baca Juga: Bandung Diguyur Hujan, Bey Machmudin Nyoblos di TPS 15
Warga sontak gembira ketika datang disambut Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang menggunakan pakaian zaman kerajaan, baju kampret dan ada dua pengawal yang satu membawa tameng dengan tulisan "Pemilu", satu lagi tulisan "2024" pada tamengnya.
Sedangkan Maya Berlin, menyulap diri bagai seorang begawan dengan pakaian putih-putih, dengan rambut berikat putih dan jenggot lebat yang juga sudah memutih.
"Ide ini berawal untuk memotivasi warga melakukan hak pilihnya dengan mencoblos di TPS sesuai pilihannya," tutur Maya Berlin.
Ia menjelaskan ada 256 pemilih yang tercatat dan diharapkan berpartisipasi menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024 di TPS 002 yang terletak di RT 01 RW 01 Desa Jatipamor, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka itu.
Baca Juga: Memahami Proses Pindah TPS Pemilu 2024, Cek Syarat, Prosedur, dan Hak Pemilih
Dekor candi dan tema terakota yang dibangun di TPS 002 Jatipamor Majalengka dibiayai dari anggaran pembuatan TPS yang diberikan KPU sebesar Rp2.000.000 per TPS ditambah dari swadaya masyarakat.
"Anggarannya tidak cukup, jadi warga melakukan tambahan dengan tambahan swadaya hingga terkumpul Rp1.500.000 untuk membangun TPS ini secara keseluruhan," jelas Maya.
Kang Maya - begitu ia disapa, menuturkan tema replika candi dengan nuansa terakota itu memiliki makna tersendiri.
Candi merupakan tempat ritual, peribadahan dan penghormatan kepada leluhur.
Melalui simbolisme itu diharapkan Pemilu 2024 ini menjadi ruang ibadah atau pengabdian untuk bangsa, menjalankan dengan kejujuran dan sebagai penghormatan kepada para pendiri bangsa ini.
Baca Juga: Intip Besaran Gaji Anggota KPPS Viral di Sosial Media
"Karena itu saya berkostum putih, simbol kesucian, simbol yang mengingatkan kita kepada kejujuran," bebernya kepada pojoksatu.id di tengah kesibukannya di TPS.
Sedangkan elemen terakota merupakan ciri khas konsep pembangunan Kabupaten Majalengka dalam tata ruang, bernuansa cokelat-oranye berbentuk bata dari tanah liat.
"Terakota merupakan bahan yang berasal dari tanah. Sehingga kita berharap suara yang berasal dari rakyat menjadi pijakan yang kuat dalam membangun bangsa dan negara, khususnya di Kabupaten Majalengka," ujar sang seniman.
Maya Berlin berharap, usai pesta demokrasi pemilu 2024 ini bangsa Indonesia khususnya masyarakat di wilayah Kabupaten Majalengka tetap mempertahankan kesatuan.
Ia juga mengimbau agar Presiden dan Wakil Presiden, juga para calon legisatif yang terpilih dalam Pemilu 2024 mampu mengemban amanat untuk menyejahterakan, memakmurkan dan mencerdaskan bangsa. ***




