POJOKSATU.ID Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) rencana akan membebaskan pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens, usai menunggu keputusan dari pimpinannya.
Jurubicara KKB atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sembom mengonfirmasi terkait rencana pembebasan pilot Susi Air tersebut.
“Hanya saja untuk waktunya masih menunggu keputusan dari pimpinan TPNPB Ndugama, Egianus Kogoya,” ujar Sebby, dalam keterangan tertulis, Kamis 1 Februari 2024.
Baca Juga: Kementerian Perhubungan Janjikan Perbaikan Ekskalator Stasiun Bekasi Selesai Bulan Februari
Sebby mengatakan, pihaknya akan membebaskan Philips Mark Mehrtens dan menyerahkannya kepada lembaga independen internasional, bukan ke pemerintah Indonesia.
Hal itu, kata Sebby, untuk mengangkat kepercayaan dunia internasional terhadap apa yang mereka lakukan selama ini.
“Masyarakat internasional mengakui kami. Kami bakar pesawat tapi tangkap pilot. menganggap pilot sebagai teman atau sahabat dan negara kepulauan pasifik Melanesia juga dunia akui kami,” ujar Sebby seperti dikutip.
Baca Juga: Bawaslu Kota Medan Sebut 6 ASN Pemko Medan Terindikasi Tak Netral Pada Pemilu 2024
Dia mengatakan, dunia kini cukup segan karena TPNPB berhasil membunuh prajurit TNI yang terlatih.
Ancam Bakal Tembak Mati
Sebelumnya, KKB sempat mengancam akan menembak mati pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens beredar di media sosial.
Pimpinan KKB wilayah Kabupaten Nduga, Egiaus Kogoya menyampaikan langsung ancaman pembunuhan terhadap pilot Susi Air tersebut dalam sebuah video.
Baca Juga: Petani Garam di Cirebon Deklarasi Dukung Prabowo Gibran, Ingin Sentra Nasional Terwujud
Dalam video tersebut tampak Pilot Susi Air Philips Mark Methrtens duduk di tengah pasukan KKB.
Egianus menegaskan memberi tenggang waktu 2 bulan kepada pemerintah Indonesia serta pihak yang berkepentingan untuk melakukan negosiasi.
Jika tidak, kata Egianus, pasukannya akan mengeksekusi Pilot Susi Air Philips Mark Methrtens.
“Jika Indonesia dan negara tidak bicara untuk Papua. Saya kasih waktu dua bulan, kalau tidak saya akan tembak. Saya hanya kasih waktu dua bulan,” kata dia.***



