POJOKSATU.ID-Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mendesak Polri dan TNI agar tak tebang pilih dalam memproses hukum pelaku yang melakukan penganiayaan tujuh relawan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD oleh oknum anggota TNI.
Apalagi, kata dia, kasus penganiayaan yang dilakukun oknum TNI secara bersama- sama itu telah menciderai netralitas TNI.
"PDI Perjuangan percaya bahwa TNI dan POLRI akan menempatkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara di atas segalanya," kata Hasto dalam keterangannya, Senin (1/1/2024).
Baca Juga: Caleg PPP Bikin Pelatihan Kewirausahaan Warga di Jakarta Utara, Kolaborasi Dengan UMKM Sahabat Sandi for Ganjar-Mahfud
Hasto juga menuturkan, penganiayaan yang dilakukan oknum TNI itu diduga adanya kerancuan dan ketidaknetralan Prabowo sebagai Menhan dan capres sehingga adanya kesan emotional bonding di kalangan oknum TNI tertentu.
"Diduga bahwa tindak kekerasan tersebut berawal dari kerancuan Pak Prabowo sebagai Menhan dan sebagai Capres. Ini dibuktikan dengan tidak adanya tanggapan Pak Prabowo yang mengutuk aksi kekerasan itu," tegas Hasto.
Karena itu, anak buah Megawati ini meminta marwah TNI dan Polri serta aparatur negara lainnya jangan dipertaruhkan hanya demi sebuah ambisi jabatan.
Baca Juga: Untuk Guru Honorer Status P/L, Ini 3 Mekanisme Penempatan Sekolah Hasil Keputusan Rakor Dtjen GTK, Ada Guru yang Tergeser?
Terlebih, kasus ini juga sudah disaksikan oleh 270 juta lebih rakyat Indonesia.
"Jadi jangan sampai karena ulah segelintir oknum dengan ambisi pribadi merusak nama baik lembaga TNI sebagai penjaga kedaulatan negara dan Polri sebagai garda terdepan penjaga keamanan di Indonesia," tuturnya.
Seperti diketahui, sebanyak tujuh relawan pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD diduga dianiaya secara bersama-sama oleh oknum anggota TNI di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali, pada Sabtu (30/12/2023).
Baca Juga: Sapa ARMY di Tahun Baru, J-Hope BTS Ungkap Tak Sabar Keluar dari Wajib Militer pada Akhir Oktober 2024
Akibat kejadian itu, para relawan mengalami luka-luka. Lima orang menjalani rawat jalan dan dua lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Hingga saat ini, sebanyak 15 prajurit TNI ditahan setelah viralnya video dan berita dugaan penganiayaan beberapa relawan pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
"Kami telah menahan 15 prajurit terduga kasus penganiayaan guna memeriksa, menyelidiki, dan mendalami keterlibatan oknum prajurit tersebut, serta melakukan proses hukum sesuai prosedur yang berlaku," kata Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi. ***


.webp)
