POJOKSATU.id, JAKARTA -- Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengungkit kepribadian sosok Prabowo Subianto.

Sejak menjadi Capres 2019 lalu, Prabowo Subianto sangat keras terhadap pelaku penistaan agama.

Bahkan, kata Novel, Prabowo yang kala itu didukung penuh oleh umat Islam keras menentang penistaan agama.

"Jelas Prabowo adalah capres ketika tahun 2019 sangat melawan penista agama," kata Novel Bamukmin saat dihubungi, Jumat (22/12/2023).

Baca Juga: Anies Dilaporkan ke Bawaslu Karena Dianggap Jadikan Prabowo Bahan Tertawaan

Namun atas ulah Zulkifli Hasan, yang merupakan pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024, justru telah merusak nama baik Prabowo Subianto.

Apalagi, kata dia, orang- orangnya Prabowo tidak pernah menyinggung agama, terlebih menistakan agama seperti Zulhas.

"Bahkan orang orang Gerindra sudah pasti cinta Prabowo, namun tidak sampai menistakan atau menghina agama," tegasnya.

Karena itu, Novel menuding Zulhas membuat candaan agama itu, karena memang tabiat Ketum PAN itu adalah politisi penjilat.

Baca Juga: Mendadak Jadi Mualaf, Denny Sumargo Melafalkan Dua Kalimat Syahadat Dihadapan Derry

"Saya rasa Zulhas sangat konyol sekali dan itu hanya mengarang bebas demi menjadi penjilat tengik," tandasnya.

Murid Habib Rizeiq ini juga memprediksikan, secara tidak langsung ulah Zulhas itu sejatinya telah menghancurkan elektabilitas Prabowo Subianto.

"Apa yang dikakukan Zulhas ini untuk  menghancurkan elektabilitas Prabowo dengan begitu Zulhas harus dipecat sebagai Ketum PAN dan dari koalisinya Prabowo dan tentunya harus dijebloskan ke dalam penjara," tegasnya.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas diduga telah menistakan agama islam.

Baca Juga: Hasil Simulasi Pemilu 2024, Anies Ngalahin Prabowo di Bekasi

Awalnya dalam video yang beredar, Zulkifli Hasan menyinggung tata cara salat atau kaifiah salat maghrib.

Menteri Perdagangan menyebut di musim kampanye ini sudah banyak orang yang berdiam alias tak menyebut amiin saat menggelar salat berjamaah.

Bahkan dalam video yang sudah viral di media sosial, Zulhas seakan membuat lelucon tentang salat yang dikaitkan dengan ajang Pilpres 2024.

Ini disampaiakan Zulhas dipidatonya di acara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) 2023.

Baca Juga: Prakiraan Pertandingan Real Betis vs Girona di Liga Spanyol 2023/2024

"Yang jauh-jauh ada loh yang berubah. jadi kalau salat magrib baca alfatihah waladdolin. Ada yang diam sekarang pak," kata Zulhas dikutip, Rabu (20/12/2023).

Menurut Zulhas, kejadian diamnya para makmum itu hampir terjadi di beberapa daerang selama musim kampanye ini.

"Ada yang diam sekarang. Ada pak,” tuturnya.

Zulhas kemudian mengait- ngaitkan diamnya para makmum mengucapkan amim saat menggelar salat berjamaah, karena sebagian melaksanakan salat berjamaah tersebut cinta terhadap Prabowo Subianto.

"Ada yang diam lo banyal pak. Saking cintanya sama Pak Prabowo itu," ucapnya.

Tidak sampai di situ, Zulhas juga menyinggung tata cara tasyahud atau tahiyatul akhir yang seyogyanya mengacungkan satu jari telunjuk.

Namun di musim Pilpres ini sudah banyak jamaah mengacungkan mengacungkan jari telunjuk kanan saat tahiyatul akhir dengan dua jari.

"Itu kalau tahiyatul akhir pak yai, kan gini (jari telunjuk). Sekarang banyak gini pak (dua jari),” tutur dia disambut tawa hadirin.***