POJOKSATU.id, CIANJUR -- Sebuah pernikahan sesama perempuan di Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jabar, akhirnya bubar usai ketahuan warga.
Pernikahan sesama jenis ini ketahuan gara-gara si perempuan yang menyamar jadi laki-laki meminjam uang pada tetangga si pengantin wanita.
Pernikahan sesama perempuan itu terbongkar setelah beberapa hari akad nikah dilaksanakan.
Perempuan yang mengaku sebagai laki-laki yakni AD yang berasal dari Kalimantan.
Baca Juga: Kepiawaian Ketum Zulhas Membawa PAN Menjadi Partai Besar
Sementara pengantin wanita berinisial S merupakan warga Desa Pakuon.
Awalnya kepala Desa Pakuon, Abdullah hanya mendengar kabar bahwa warganya akan menikah dengan seorang laki-laki dengan membawa uang miliaran rupiah.
Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, Abdullah melakukan penelusuran.
Menurut Abdullah pada Sabtu (9/12), pelaku AD tidak bisa menunjukkan KTP atau tanda pengenal lainnya.
Baca Juga: Targetkan Menang 70 Persen, TKD Prabowo- Gibran Terapkan Strategi Kampanye di Provinsi Ini
AD beralasan bahwa KTP nya diambil ibunya karena terhalang restu.
Menurutnya dengan tidak jelasnya identitas AD, pihak desa menolak untuk memproses pernikahan tersebut. Bahkan pihak desa juga mengeluarkan surat terkait keputusan itu.
"Karena pengalaman, ada yang nikah dengan lelaki yang tidak jelas identitasnya. Ternyata si laki-lakinya itu pelaku tindak kriminal. Makanya saya ingin ada kejelasan identitasnya," kata Kades.
Namun setelah beberapa hari, pernikahan tersebut tetap dilaksanakan di rumah mempelai perempuan dengan akad menurut agama Islam disaksikan beberapa orang termasuk ustadz.
Baca Juga: Awal Mula Pembuatan Keju Mozzarella, Jadi Topping Favorit untuk Pizza
Akan tetapi, muncullah masalah dan menimbulkan kegaduhan bahwa si 'laki-laki' meminjam uang ke tetangga perempuan untuk biaya nikah.
"Jadi si AD ini pinjam uang ke tetangga mempelai wanita. Terjadilah kegaduhan. Saya langsung tangani saat itu," kata dia. Karena penasaran, warga membawa AD ke kantor kecamatan untuk diperiksa identitasnya. Dari situlah, identitas asli AD sebagai perempuan terbongkar.
"Kami penasaran siapa AD ini. Kalau di kecamatan kan sudah aksesnya secara online, jadi bisa ketahuan. Setelah dicek atau diidentifikasi, ternyata AD ini bukan laki-laki, tetapi perempuan asal Kalimantan," katanya.
Baca Juga: Fakta Unik Kecerdasan Buatan, Peran Penting AI Membentuk Dunia Bisnis di Era Digital
"Dia memalsukan statusnya sebagai perempuan demi bisa menikahi kekasihnya yang merupakan warga Desa Pakuon," lanjut Abdullah.
Abdullah juga menambahkan bahwa semua pihak tertipu oleh AD, termasuk keluarga dan bahkan mempelai perempuan sendiri.
Selanjutnya, Abdullah memberikan pembinaan dan pendampingan terhadap warga lebih-lebih kepada keluarga mempelai perempuan yang menjadi korban penipuan AD.
Menurut Kades, semua warga di desanya tertipu dengan ulah AD terutama pihak pengantin perempuan.***




