POJOKSATU.id, PADANG— Hingga Senin sore, data BNPB menyebutkan 11 pendaki tewas akibat erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumbar.
Dari 75 orang yang berada di sekitar Gunung Marapi saat erupsi itu, sebanyak 14 orang adalah mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) dimana satu mahasiswa bernama Rifandi.
Usai selamat, Rifandi menceritakan detik-detik erupsi terjadi dan bagaimana mahasiswa PNP ini menyelamatkan diri menggunakan ransel dan selimut dari hujan batu panas dan abu vulkanik.
Baca Juga: Firli Bahuri Belum Ditahan, Jenderal Sigit Beri Kode Segera Dituntaskan, Sinyal Bakal Ditahan?
Rifandi menggambarkan momen gemuruh dan hujan batu panas yang membuatnya dan rekan-rekannya berjuang untuk menyelamatkan diri.
Rifandi berusaha melindungi diri dengan bersembunyi di bawah ransel dan selimut saat Gunung Marapi meletus, Minggu (3/12/2023) siang sekitar pukul 14.54 WIB.
Suara ledakan dari kawah puncak gunung Marapi terdengar saat mereka akan turun.
Ledakan disertai hujan batu kerikil panas membuat pendaki berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Rifandi berusaha menyelamatkan diri menggunakan keril atau ransel dan selimut sebagai perisai, sehingga mengalami luka ringan di telapak tangan akibat batu kerikil panas.
Saat berusaha turun ke bawah, dua rekan meminta pertolongan, sehingga Rifandi naik dan membantu tiga rekan serta menuntun mereka ke tempat aman sambil meminta bantuan ke Posko Gunung Marapi.
Dalam pengakuannya, Rifandi hanya bisa menyelamatkan tiga temannya dan satu orang dari kelompok Pekanbaru yang terpisah dari rombongan.
"Saya hanya bisa menuntun empat orang, tiga teman saya dan satu orang yang terpisah dari rombongan Pekanbaru,” jelasnya kepada wartawan, Senin dinihari (4/12).
“Ketika sampai di bawah, saya bertemu dengan Widia dalam kondisi lemah, dan kami berdua berusaha membawanya ke tempat yang lebih aman," ujarnya.
Rifandi berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Gabungan. Dan langsung dievakuasi ke posko sebelum dibawa ke RSUD Padang Panjang.
Rifandi dan rekannya dari Politeknik Negeri Padang berangkat dari bawah pada Sabtu (2/12/2023), dengan rencana turun gunung pada Minggu siang.
14 Mahasiswa Politeknik Terjebak Marapi
Data dan nama-nama mahasiswa Politeknik Negeri Padang yang mendaki Gunung Marapi yang erupsi Minggu (3/12) siang disampaikan pihak PNP dalam rilis pers Senin dinihari.
Ada 14 mahasiswa Politeknik Negeri Padang yang ikut mendaki Gunung Marapi. Dan daftar namanya sudah dirilis pihak kampus dan ternyata dari jurusan teknik sipil.
Koordinator Humas dan Keprotokoleran PNP, Yudhytia Wimeina, dalam rilis persnya menyebutkan setelah dilakukan koordinasi dan pengecekan silang di pangkalan data mereka, ternyata ada 14 mahasiswa PNP yang mendaki Gunung Marapi, Minggu (3/12).
Baca Juga: 11 Pendaki Gunung Marapi Sumbar Meninggal Dunia Terjebak Erupsi Minggu Siang, 3 Orang Selamat
Berikut daftar nama-nama 14 mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) yang mendaki Gunung Marapi yang erupsi Minggu siang.
Jurusan Teknik Sipil
A. Prodi D3 Teknik Sipil
1. Aditya Prasetyo
2. Ahmad Firman
3. Yasirli Amri
4. Zhafirah Zahrim Febrina
B. Prodi Sarjana Terapan Perancangan Jalan dan Jembatan
1. Bima Pratama Nasra
2. Filhan Alfiqh Faizin
3. Irfandi Putra atau Rifandi
4. Irvanda Mulya
5. Muhammad Alpikri
6. Muhammad Fadly
7. Muhammad Teguh Amanda
8. Rofid Al Hakim
9. Wahlul Alde Putra
10. Zikri Habibi
Demikian nama-nama mahasiswa Politeknik Negeri Padang yang sedang mendaki di gunung saat erupsi Gunung Marapi Sumbar terjadi. ***




