POJOKSATU.id - Apa sebenarnya pekerjaan Lukman Doloksaribu sebelum membuat ujaran kebencian lalu ditangkap?

Lukman Doloksaribu mendadak viral setelah video ujaran kebenciannya viral di media sosial.

Video Lukman Doloksaribu itu beredar usai pecah bentrok di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Baca Juga: Roy Suryo Usul Adakan Tema Soal Debat Capres- Cawapres Soal Ijazah Palsu, Netizen : Ide Bagus

Bentrok Kota Bitung itu sendiri melibatkan massa pro Israel dan massa pro Palestina.

Beruntung polisi bergerak cepat sehingga bentrokan bisa diredam dengan cepat.

Karena itu, berita bentrok di Kota Bitung dan video Lukman Doloksaribu sama-sama menghiasi berbagai platform media sosial.

Baca Juga: Komitmen Polda Sultra Usut Tuntas Kasus Dugaan Penembakan Oknum Tewaskan Dua Nelayan

Pasalnya, Lukman melontarkan ujaran kebencian yang didasari pada konflik Israel dan Palestina.

Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi membenarkan penangkapan Lukman Doloksaribu.

"Yang bersangkutan kita amankan di wilayah Kabupaten Toba, Sumatera Utara," ungkap Hadi dikutip Pojoksatu.id, Senin 27 November 2023.

Baca Juga: Ganjar Janji Jika Jadi Presiden Akan Naikin Gaji Guru Sampai Rp30 Juta, Sandiga Uno: Kita Dukung all Out

Usai ditangkap, pria asal Kota Sorong, Papua itu langsung menjalani pemeriksaan.

Selanjutnya, karena alat bukti yang kuat, penyidik menetapkan Lukman Doloksaribu sebagai tersangka ujaran kebencian.

"Sudah (tersangka ujaran kebencian)," ucap Hadi.

Hadi juga memastikan bahwa yang bersangkutan saat ini sudah berada di Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Baca Juga: Atiqah Hasiholan Ajak Warga Sumut Saksikan Film 'Tulang Belulang Tulang', Berkisah Tentang Keluarga dengan Latar Belakang Indahnya Danau Toba

"Saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Polda Sumut," jelas dia.

Terkait video Lukman Doloksaribu, Hadi mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan ikut menyebarkannya.

"Karena konten itu mengandung muatan sensitif ujaran kebencian. Jangan disebarluaskan," imbau Hadi.

Baca Juga: Chindo Trending, MasterChef Indonesia Dituding Tidak Fair Tentukan Pemenang, Netizen Anggap Kiki Lebih Pantas Juara dari Belinda

Dalam video viral, Lukman Doloksaribu meminta Israel membantai semua umat Islam dan WNI yang ada di Palestina.

"Habisi saja Rumah Sakit Indonesia. Kaum Palestina lebih baik kau mati bunuh diri dari pada Israel bunuh kamu," ucap dia dalam video.

"Sedikit-sedikit, kamu apa ke agama agama. Habisi muslim semua itu," sambungnya.

Baca Juga: Kena Mental usai Dihujat Netizen Gegara Konten Prank Chandrika Chika, Billy Syahputra Berniat Mundur dari Dunia Entertainmen

"Hai kaum Israel, bantai semua itu. Baik, Indonesia yang ada di sana, bunuh semua," kata Lukman.

Bahkan Lukman meminta Israel menjatuhkan bom ke Jakarta.

Baca Juga: 3 Pilihan Motor Listrik Ekonomis untuk Mobilitas Masa Depan dengan Jarak Tempuh 150 KM, Pilihanmu yang Mana?

"Indonesia terlalu banyak komentar. Kalau perlu kasih bom Indonesia, di Jakarta sana," pintanya.

Lukman juga menyinggung soal keberadaan rumah sakit Indonesia di Palestina.

"Kamu pikir rumah sakit disana (Palestina), disini aja banyak yang tidak mampu berobat. Bante orang Indonesia yang di Palestina sana,".

Baca Juga: Mantap Berhijab, Zaskia Gotik : Neng, Ingin Jadi Pribadi yang Lebih Baik

"Termasuk yang di rumah sakit itu. Biar orang Indonesia ini tahu diri. Biar orang muslim ini tahu diri."

"Sedikit sedikit di sini demo masalah Israel.

Tidak hanya itu, ia juga menyebuat bahwa umat Islam adalah orang-orang pengikut iblis.

Baca Juga: Kejutan dari HP Legend! Nokia Horizon Mini 2023, Ponsel Mini Berkemampuan Maksimal dan Fitur Canggih!

"Saya tidak peduli semua orang itu. Karena mereka semua (umat Islam) itu pegikut iblis. Pengikut setan."

"Termasuk pengkut Nabi Muhammad yang mendapatkan wahyu dari Goa Hirun (Hira) tapi yang dia dapat setan. Goblok semua itu ya,"

"Salam dari saya. Bukan dari Papua lagi, ya. Sumatera, ya" tutup Lukman Doloksaribu.

Baca Juga: Inspirasi Interior Kamar Tidur Anak Laki-laki Minimalis Estetik dengan Kesan Modern

Dikutip Pojoksatu.id dari akun Instagram @laburaku, terungkap pekerjaan Lukman sebelum membuat video ujaran kebencian.

Disebutkan bahwa Lukman dulunya adalah sopir angkot di Kota Sorong.

Baca Juga: Batu Ampar

"Pelaku dulunya sebagai Sopir angkut jalur H," tulis akun tersebut.

Setelah itu, Lukman beralih pekerjaan dengan mencoba-coba membuka sebuah koperasi.

Tidak dijelaskan apakah yang dimaksud koperasi simpan pinjam atau koperasi lainnya.

Baca Juga: Ide Desain Kamar Tidur Anak Laki-laki Minimalis Modern dengan Vibes Hangat

Akan tetapi usaha Lukman Doloksaribu menjalankan koperasi itu ternyata gagal di tengah jalan.

Pasalnya, koperasi yang didirikan Lukman itu ternyata tidak resmi alias koperasi bodong.

"Pelaku juga sempat menjalankan koperasi namun tidak berbadan hukum dan guling tikar," beber akun tersebut.

Baca Juga: Trending di Netflix, Intip Sinopsis Film The Killer, Aksi Balas Dendam Pembunuh Bayaran

Setelah gagal membuka usaha, Lukman kemudian merantau ke Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Diduga Lukman merantau karena tak memiliki pekerjaan di Sorong dan mengadu nasib di Sumatera Utara untuk mencari pekerjaan.

Di situlah Lukman kemudian membuat video ujaran kebencian tentang agama dan umat Islam, Nabi Muhammad serta Palestina.

Baca Juga: Sedang Tayang di Bioskop! Baca Dulu Sinopsis Film 172 Days Bisa Jadi Motivasi Taaruf Pasangan Muda

Itulah informasi pekerjaan Lukman Doloksaribu sebelum rekam video ujaran kebencian yang ternyata adalah manusia gagal.***