POJOKSATU.ID- Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai ada upaya pihak-pihak yang hendak mendegradasi Prabowo- Gibran di Pilpres 2024.
Upaya degradasi itu terlihat dari serangan-serangam berupa gugatan etik terhadap hakim konstitusi terkait cawapres di Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).
"Serangan itu untuk mendegradasi, mendepolitisasi pasangan Prabowo-Gibran," kata Muzani kepada wartawan, Rabu (8/11/2023).
Baca Juga: Kesaksian Adik Caroline Angelica Unair, Peluk Adiknya dengan Erat Terakhir Kali di Apartemen
Ahmad Muzani menilai adanya upaya mendegradasi Prabowo- Gibran karena adanya pihak-pihak yang mulai merasa kepanasan atas strategi politik Prabowo- Gibran.
Atas hal itulah, pihak-pihak yang dimaksud terus melakukan upaya tersebut guna untuk menyerang pasangan capres Prabowo- Gibran.
"Semua cara itu dilakukan karena pasangan ini yang ditunggu-tunggu oleh rakyat, para petani, buruh, UMKM, pemilih pemula, para santri, dan para pensiunan," ujar Muzani.
Baca Juga: Prediksi Skor Liga Champions MD4 Grup A 9 November: Copenhagen vs Man United, Bayern Munich vs Galatasaray
Namun demikian, kata Muzani, upaya-upaya itu justru menjadi penyemangat setiap kader dan simpatisan untuk memenangkan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 mendatang.
Itu sebabnya dia mengajak seluruh kader dan simpatisan Prabowo-Gibran untuk fokus dalam kerja-kerja pemenangan.
"Bagi kami setiap upaya yang menyerang, menuduh, yang mendiskreditkan, mendegradasi, dan mendepolitiasi pasangan Prabowo-Gibran menjadi hal yang justru menyemangati kita," tegasnya.
Baca Juga: MKMK Dirujak Netizen : Sebut Negeri Konoha, Hakim Salah Putusan Kok Tetap Sah
Sementara itu, Ketua MK Anwar Usman akhirnya menanggapi putusan Ketua Majelis Kehormatan MK Jimly Asshiddiqie yang telah memutuskan Anwar Usman telah melakukan pelanggaran berat.
Putusan MKMK itu dinilai Anwar Usman sebagai fitnah dan skenario besar untuk menjatuhkan dirinya sebagai Ketua MK
"Saat ini martabat saya sebagai hakim selama hampir 40 tahun dinobatkan oleh sebuah fitnah yang amat keji dan kejam," kata Anwar di MK, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Menurut Anwar Usman, kendati fitnah itu dialamatkan terhadap dirinya, ia tidak pernah berkecil hati.
Baca Juga: Ngaku Punya Pacar Baru, Nikita Mirzani Ogah Tunjukkan Wajah Kekasihnya Gegara Takut Diatur Netizen
Ia juga mengaku dirinya tidak akan pernah mundur dan takut dalam menegakkan hukum yang berkeadilan.
"Saya tidak pernah berkecil hati dan pantang mundur dalam menegakka hukum dan keadilan dinegara tercinta," tegasnya.
Ipar Presiden Jokowi ini juga mengaku dirinya telah dizolimi oleh sebuah skenario jahat yang hanya untuk menjatuhkan karir dan martabatnya sebagai Ketua MK.
Baca Juga: Mirisnya Krisis Demokrasi dan Konstitusi di Indonesia, Ini Saran Pengamat Politik
Namun Anwar Usman tidak menyebut secara gamblang siap sosok yang membangun skenario jahat tersebut. Ia hanya yakin bahwa sebaik-baik skenario adalah skenario Allah.
"Saya tetap yakin bahwa sebaik-baik skenario manusia siapapun untuk membunuh karakter saya, karir saya, harakat dan derajat," ujarnya.
"Serta martabat dan keluarga besar saya tentu tidak akan lebih baik dan indah dibandingkan skenario atau rencana Allah. Tuhan yang maha kuasa," tegasnya. ***



