POJOKSATU.id, SURABAYA— Adik Caroline Angelica (21) mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unair memberikan kesaksian terakhir kali bersama kakaknya.
Berdasarkan keterangan adik Caroline Angelica yang tinggal satu apartemen dengan korban di kawasan Genteng, Surabaya, Caroline keluar dari apartemen pada Sabtu (4/11) sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban pamit pergi bersama seorang temannya, dan pada perjumpaan terakhir kali itu, Caroline Angelica memeluk erat adiknya.
“Korban pamit pergi bersama temannya, kemudian memeluk adiknya dengan erat,” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo, Selasa (7/11).
Baca Juga: MKMK Dirujak Netizen : Sebut Negeri Konoha, Hakim Salah Putusan Kok Tetap Sah
Berdasarkan keterangan dari adik korban yang tinggal satu apartemen dengan korban, Caroline keluar dari apartemen pada Sabtu (4/11) sekitar pukul 15.00 WIB.
“Korban pamit pergi bersama temannya, kemudian memeluk adiknya dengan erat,” tambah Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo.
Setelah pamit terakhir kali itu, keberadaan korban tidak diketahui, sampai ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, Minggu (5/11) pagi.
Setelah melakukan pemeriksaan di salah satu apartemen yang berada di Kecamatan Genteng, Surabaya, pihaknya menemukan catatan sekolah korban yang digunakan untuk mencatat pelajaran.
Polisi menemukan tulisan tangan korban di apartemen itu identik dengan surat wasiat, selain itu kertas yang digunakan juga identik.
Baca Juga: Ngaku Punya Pacar Baru, Nikita Mirzani Ogah Tunjukkan Wajah Kekasihnya Gegara Takut Diatur Netizen
Berbagai upaya tengah dilakukan termasuk uji toksikologi pada tubuh korban.
Tak hanya itu polisi juga tengah mendalami penyebab kematian mahasiswa FKH Unair dari beberapa keterangan saksi.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, setelah melakukan olah TKP, pihaknya langsung menindaklanjuti kasus tersebut.
Hingga kini, polisi sudah mendalami keterangan dari sembilan saksi termasuk satpam yang menemukan pertama kali mahasiswa FKH Unair itu tewas di sebuah parkiran apartemen di Sidoarjo.
Baca Juga: Mirisnya Krisis Demokrasi dan Konstitusi di Indonesia, Ini Saran Pengamat Politik
Setelah melakukan olah TKP, pihaknya langsung menindaklanjuti kasus tersebut.
“Kami lakukan pemeriksaan ke apartemen korban,kebetulan di sana korban tinggal dengan adiknya,” ujarnya.
Polisi juga melakukan penyelidikan kepada rekan-rekan korban yang berinteraksi di kampus.
Kasatreskrim mengatakan, hingga kini, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan 11 orang sebagai saksi.
Penggalian informasi mengenai aktivitas Caroline Angelica sebelum tewas.
Baca Juga: Jejak Perjuangan I Gusti Ngurah Rai dalam Perang Puputan Margarana di Tanah Bali
”Kami periksa keluarga lalu pihak apartemen tempat tinggal Caroline Angelica di Praxis. Kami kumpulkan juga CCTV,” tutur Kasatreskrim.
Didapati dari rekaman CCTV, tepat pukul 15.05, pada 4 November, terlihat Caroline Angelica keluar dari unit apartemennya di Praxis Surabaya. Caroline berkendara menggunakan mobil hitam.
Seperti diketahui, Caroline Angelica ditemukan tewas pada Minggu (5/11) di salah satu apartemen di Sidoarjo. Mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Unair Surabaya itu tewas di dalam mobilnya.
Saat ditemukan, polisi menemukan beberapa kertas yang berisi surat. Surat itu ditujukan untuk paman hingga ibu dan adiknya.****




