POJOKSATU.id - Dalam catatan sejarahnya, Presiden kedua Soeharto pernah mengundang empat orang pengamen untuk tampil menyanyi dalam perayaan ulang tahun istrinya yakni Tien Soeharto.

Keempat pengamen tersebut adalah Arie Langoe alias Munari Arie, Matiyas, Obos Gembok alias Suherman, dan Yanto Bule.

Kejadian ini berawal ketika keempat pengamen tersebut selalu memberikan penghormatan kepada Soeharto saat beliau bermain golf di depan Rumah Sakit Cipto, Salemba, Jakarta Pusat.

Tindakan mereka tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Soeharto yang saat itu masih menjabat sebagai presiden.

Baca Juga: Anak Buah Megawati Singgung Soal Pencopotan Baliho Ganjar-Mahfud, Konsekuensi Majunya Anak Presiden

Arie Langoe mengungkapkan bahwa mereka menyadari tidak akan mungkin bernyanyi untuk Soeharto, sehingga ia dan Obos Gembok mencari cara agar Soeharto tahu bahwa mereka sangat menghormatinya.

Kebiasaan penghormatan ala tentara yang dilakukan oleh mereka kepada Soeharto tidaklah mudah, sebab presiden kedua Indonesia tersebut selalu berada dalam pengamanan yang ketat.

Oleh sebab itu, begitu mobil presiden mulai mendekat, mereka pun berlari dan langsung berdiri tegap untuk memberi hormat. Hal tersebut mereka lakukan setiap Soeharto lewat.

Tak disangka-sangka, rupanya Arie Langoe dan kawan-kawannya melakukan sesuatu yang membuat Soeharto terkesan, sehingga ia meminta Tutut untuk mengundang mereka.

Baca Juga: Kisah Lahirnya Pancasila, Buah Perenungan Bung Karno Saat Dibuang ke Ende Flores

Soeharto meminta Tutut untuk membelikan gitar bagi keempat pengamen tersebut.

Selain itu, Soeharto juga menginginkan diadakan sebuah acara untuk bertemu dengan Arie Langoe dan teman-temannya.

Soeharto mengajukan permintaan agar keempat pengamen tersebut diundang dalam perayaan ulang tahun Tien Soeharto yang jatuh pada tanggal 23 Agustus.

Ketika ditanya mengapa Soeharto begitu memperhatikan Arie Langoe dan teman-temannya, kepala keluarga Cendana tersebut mengatakan bahwa ia terkesan dengan kedisiplinan mereka. Soeharto mengaku bahwa ia terkesan dengan sikap mereka.

Soeharto mengungkapkan bahwa mereka tampak menjalani kehidupan yang sederhana dan jauh dari kemewahan. Mereka juga berusaha mencari nafkah dengan mengamen untuk mencari sesuap nasi.

Meskipun hidup dalam kondisi seperti itu, mereka tetap meluangkan waktu untuk memberikan penghormatan kepada presidennya.

Baca Juga: Jeritan Hati Palestina, Menteri Luar Negeri Riyad Al-Maliki Memohon pada DK PBB untuk Menyelamatkan Gaza!

Setelah satu minggu bertemu dengan Soeharto, Tutut bertemu dengan Arie Langoe dan teman-temannya. Tutut menyampaikan pesan dari Soeharto kepada keempat pengamen tersebut.

Ekspresi wajah mereka seketika berubah menjadi bahagia dan terkejut karena diundang untuk menghadiri perayaan ulang tahun ibu negara.

Akhirnya, pada tanggal 23 Agustus 1986, mereka diundang ke rumah Soeharto. Mereka tampil dengan seragam kemeja batik dan celana putih.

Dengan tangan mereka memegang alat musik yang akan mereka mainkan.

Soeharto kemudian memberikan langsung hadiah gitar kepada Arie dan teman-temannya. Mereka juga berfoto bersama Soeharto dan Ibu Tien.

Senyum terpancar di wajah keempat pengamen yang berdiri di samping ibu negara dan presiden saat itu.***