POJOKSATU.ID- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima kunjungan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso beserta jajarannya di Kompleks Widya Chandra, Kebayoran Baru, Jakarta.

Dalam pertemuan ini, keduanya membahas 25 tahun pascareformasi. Di mana masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam sistem demokrasi di Indonesia.

Salah satunya semangat reformasi yang digaungkan belum sesuai dengan apa yang diharapkan.

Baca Juga: Cacar Monyet Muncul di Jakarta, Penyakit Misterius Tanpa Riwayat Perjalanan Luar Negeri

“Perbaikan masih banyak yang harus kita kejar. Ternyata pascareformasi keadaan kita tidak semakin baik sebagaimana yang diimpikan pada saat reformasi,” kata Bamsoet, Kamis 19 Oktober 2023.

Menurutnya, kehidupan demokrasi di tanah air masih dalam perbaikan, begitu pula dengan kehidupan ekonomi yang juga masih dalam pemantapan karena masih banyaknya kemiskinan dan kebodohan.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu berharap untuk mencapai reformasi yang diinginkan, membutuhkan waktu yang panjang.

Baca Juga: Kemeriahan Gelar Senja Kedelapan: Pramuka Kabupaten Bogor Beraksi!

"Sebenarnya kita mempunyai ekspektasi tinggi saat Reformasi agar bisa mendongkrak ke arah yang lebih baik. Tapi semua itu memerlukan waktu dan perlu penyesuaian dari berbagai pihak. Kita membutuhkan proses agar benar-benar matang dan membumi," ujarnya.

Karena itu, kata Bamsoet untuk membangun wawasan kebangsaan harus dilaksanakan masif agar dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat dan mengisi setiap ruang publik.

Dalam pertemuan ini, Bamsoet mengapresiasi kontribusi LDII yang memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Baca Juga: Jaga Keselamatan, Hindari Penggunaan Smartphone Saat Berkendara

"Saya mengapresiasi kontribusi LDII yang gerakannya selalu pada nilai-nilai kebangsaan, pertanian, sumberdaya alam, SDM dan seterusnya. Tidak hanya bicara tentang agama tapi juga bicara soal kehidupan yang berkeadilan, kesejahteraan dan memerangi kebodohan," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Kyai Chriswanto Santoso mengatakan Ormas Islam sebagai civil society memilik peran dalam memperkuat semangat Reformasi.

Menurut Kyai Chriswanto, ketika semangat Reformasi masih jauh dari yang diharapkan, maka dibutuhkan uluran tangan seluruh komponen anak bangsa.

“Yang kurang kita perbaiki bersama, yang lebih kita pertahankan sehingga kita bisa menuju ke arah kesepakatan dengan damai,” tegasnya.

Baca Juga: KPU Umumkan Jadwal Lengkap Pemilu 2024, Catat Tahapan dan Alurnya!

Terkadang, lanjut Kyai Chriswanto, demokrasi sering dikonotasikan bebas dalam menyampaikan pendapat. Sehingga kadangkala cara mengatasi perbedaan menggunakan kekerasan.

Dalam kesempatan ini Kyai Chriswanto memaparkan, bahwa pertemuan itu bagian dari Road to Rakernas sekaligus mengundang Ketua MPR RI itu menjadi pembicara dalam Rakernas LDII yang akan diselenggarakan November mendatang.

Terhadap permintaan LDII tersebut Bambang Soesatyo mendukung pelaksanaan Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) 2023 yang akan digelar pada tanggal 7-9 November 2023 di Jakarta.

"Kami sebagai salah satu kekuatan civil society yang mengurusi rakyat tentu kami perlu berkomunikasi, salah satunya sarana yang kami gunakan adalah pelaksanaan Rakernas nanti. Maka kami mengundang Pak Bamsoet dalam Rakernas untuk memberikan wawasan kepada kami,” tuturnya.***