POJOKSATU.id - M Ramdanu alias Danu jadi pembuka tabir misteri pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Berkat pengakuan Danu, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang itu akhirnya terbogkar.

Danu bahkan sudah menyerahkan diri ke polisi dan mengakui semua perbuatannya dalam pembunuhan ibu dan anak di Subang itu.

Baca Juga: Fakta Baru, Ternyata Danu Diancam Pelaku Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, 15 Kali Diculik

Kuasa Hukum Danu, Achmad Taufan, mengungkap kliennya selama ini ketakutan.

"Orang kaya Danu yang ada dalam pikirannya, kalau saya bongkar saya nanti dimatiin juga, nanti saya dibunuh juga, kalau saya bongkar nanti keluarga saya kenapa-kenapa nih," ungkap dia, Rabu 18 Oktober 2023.

Selama kasus ini bergulir, Taufan juga menyebut Danu mendapat ancaman dari pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang itu.

Baca Juga: Bikin Merinding, Kuasa Hukum Beberkan Alasan Danu Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Menyerahkan Diri

Bukan saja ancaman, Danu juga sudah belasan kali diculik.

Selama diculik itu, Danu mendapat tekanan dan ancaman.

"Danu lebih dari 15 kali didatangi orang yang mengaku oknum polisi," bebernya.

Baca Juga: Ayah Kandung dan Suami Korban Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Kuasa Hukum Beri Perlawanan

Akan tetapi, selama 15 kali diculik itu, Danu tidak dibawa ke Polres Subang atau Polda Jabar.

Namun dibawa ke suatu tempat yang lain sehingga membuat Danu ketakutan.

"Dibawa ke sana ke mari, bukan ke polres, bukan ke polda. Yang gini-gini kan mental seorang Danu pasti drop, takut," kata dia.

Setelah berkonsultasi dan membicarakan dengan keluarga, Danu akhirnya berani mengaku.

Baca Juga: Sandro Tonali Terancam Hukuman Lebih Berat Ketimbang Bintang Muda Juventus

"Menurut saya sangat wajar Danu belum mengungkap selama ini,” kata dia.

Dirkrimum Polda Jabar Kombes Surawan menyatakan, Danu menyerahkan diri ke Ditreskrimum Polda Jawa Barat pada Senin 16 Oktober 2023 sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun sebelum itu Danu sudah diperiksa penyidik sekitar 2 pekan sebelumnya.

Baca Juga: Tak Perpanjang Kontrak, D.O EXO Resmi Tinggalkan SM Entertainment

Saat itu Danu juga sudah mengakui semua perbuatannya kepada penyidik.

Akan tetapi penyidik saat itu masih belum yakin dengan yang diutarakan Danu.

“Dia mungkin merasa ada tekanan, memang dua minggu yang lalu dia ini sempat mengaku saat dilakukan proses pemeriksaan, namun kami belum yakin," ungkap Surawan, Rabu 18 Oktober 2023.

Baca Juga: 16 Besar Denmark Open 2023: The Daddies Lawan Wakil Malaysia, Fajri Ditantang Jagoan Inggris

Sampai akhirnya Danu menyerahkan diri dan membuka tabir misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang itu.

"Dan kemarin menurut pengakuan dia, dia sudah berdiskusi dengan keluarga dan kuasa hukumnya," sambung dia.

 

Ambilkan Golok Lihat Amelia Dibenturkan ke Dinding

Surawan memastikan, Danu bukan pelaku yang menghilangkan nyawa Tuti Rahayu (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) itu.

Akan tetapi dia juga memastikan bahwa Danu memang terlibat dalam pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Dia juga menyebut bahwa Danu ada di lokasi kejadian saat peristiwa pembunuhan itu berlangsung.

Baca Juga: Sulit Dipercaya, Leo/Daniel Takluk dari Ganda Ranking 37 Dunia di Babak Pertama Denmark Open 2023

Surawan menyebut Danu adalah orang pertama yang diminta Yosep, suami dan ayah korban, menemani di TKP.

Oleh Yosep, Danu diminta menunggu di garasi.

Kemudian, Yosep menyuruh Danu mengambilkan golok yang digunakan untuk menghabisi nyawa Tuti dan Amalia atau Amel.

Baca Juga: Ragu Balik ke Dunia Akting Gegara Rawan Narkoba, Ammar Zoni Rela Jadi Sopir Online demi Menghidupi Keluarga

"Danu ini yang mengambilkan golok untuk tersangka lain yakni YH (Yosep) untuk mengeksekusi 2 korban," ungkap dia.

Akan tetapi Danu tidak mengetahui persis bagaimana pelaku menghabisi Tuti dan Amel.

Karena itu Danu disebut Surawan tidak terlibat langsung mengeksekusi ibu dan anak tersebut.

Baca Juga: Karina Dinda Lestari Istri Polisi Selingkuh dengan Mahasiswa Unhas Mirip Kasus Dosen dan Mahasiswi UIN Lampung

Disebutkan bahwa Danu juga mendengar teriakan Amel saat eksekusi berlangsung.

"Setelah mendengar teriakan dari korban Amel, kemudian dia sempat masuk ke dalam (rumah) dan melihat juga pelaku lain membenturkan kepala Amel ke dinding," terangnya.

Baca Juga: Kronologi Ledakan di Setiabudi Tewaskan Pekerja, Bom Tertanam di Tanah Kemudian Terkena Cangkul

Kendati demikian, Surawan tidak membeberkan siapa pelaku yang membenturkan kepala Amel ke dinding.

Selain mengambil golok, sambung Surawan, Danu juga berperan membersihkan lantai rumah yang dipenuhi oleh bercak darah korban.

"Jadi Danu diduga menuruti semua perintah karena segan terhadap sosok Yosep, " jelasnya.

Baca Juga: Bukti Kenegarawan Yusril, Meski Gibran Rakabuming Jadi Cawapres Prabowo, Dirinya Berjanji Tetap Solid

Selain mengambilkan golok, Danu juga berperan membersihkan TKP

"Yang membersihkan pertama adalah MR (Danu). MR yang membersihkan darah di lantai, kemudian juga memasukkan baju ke kamar mandi," bebernya.

Kendati demikian, para pelaku lain yang sudah diperiksa tetap tidak mengakui perbuatannya

.Baca Juga: Termasuk Jojo, Sudah 5 Pemain Unggulan Gugur di Babak Pertama Denmark Open 2023

Akan tetapi penyidik sudah memiliki bukti kuat yang didapat dari baju Yosep.

"Kami temukan bercak darah di bajunya, sehingga kami kuat dugaan bahwa YH ini sebagai pelaku," jelasnya.

Atas alasan tersebut, penyidik kemudian memutuskan melakukan penahanan terhadap Danu dan Yosep.

Baca Juga: Mencuat Dugaan Aliran Uang Korupsi SYL ke Nasdem Sudah Diduga Diketahui Febri Diansyah

Sementara 3 tersangka lainnya dipulangkan dan tidak ditahan.

Sayangnya, Surawan tidak menjelaskan kenapa 3 tersangka tersebut tidak ditahan.

Baca Juga: Karina Dinda Lestari Istri Polisi Selingkuh dengan Mahasiwa Unhas Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Mentereng

Ketiga tersangka itu yakni Mimin yang merupakan istri kedua Yosep serta Arighi dan Abi yang merupakan anak Mimin.

Saat ini, penyidik tengah mendalami motif sebenarnya pembunuhan ibu dan anak di Subang ini.***