POJOKSATU.id - Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menentukan sikap akan memberikan dukungan kepada siapa pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Tanggapan Budi Arie tersebut terkait sejumlah anggotanya yang hadir dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VI Projo dengan menggunakan kaus bergambar bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto.

Dukungan Projo Terbelah

Kini, dukungan relawan Projo sepertinya terpecah. Hal ini terlihat melalui deklarasai dukungan terhadap bacapres Prabowo Subianto, dan bacapres Ganjar Pranowo.

Ketua Projo Ganjar Haposan Situmorang, menuturkan Projo itu artinya pro Jokowi adalah orang-orang yang menyatakan persamaan kehendak untuk mendukung Jokowi menjadi calon presiden pada 2014 dan 2019.

Baca Juga: Jadi Sorotan Akibat Bentrokan Dua Kelompok Massa, Ini Sejarah Muntilan dari Masa Kerajaan Hingga Kemerdekaan

Ia menjelaskan Projo kubu Budie Arie yang kini mendukung Prabowo adalah orang orang yang dibentuk kemudian, bukan yang sejak awal mendukung Jokowi sebagai calon presiden.

Jika Jokowi ke depannya mendukung Prabowo, Haposan menyebut pihaknya tidak tergantung pada telunjuk siapapun termasuk Presiden.

Profil Budi Arie

Budi Arie Setiadi atau Budi Arie merupakan aktivis sosial, politikus, dan pengusaha Indonesia. Dia dilahirkan di Jakarta pada 20 April 1969.

Budi Arie memiliki kiprah cukup panjang sebagai aktivis. Semasa kuliah di Universitas Indonesia, dia pernah menjadi Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FISIP UI 1994 dan Presidium Senat Mahasiswa UI 1994-1995.

Dia juga aktif mendirikan Forum Studi Mahasiswa dan Kelompok Pembela Mahasiswa (KPM) UI. Ia juga merupakan Ketua ILUNI UI Jakarta pada 1998-2001, mendirikan Gerakan Sarjana Jakarta (GSJ) dan Masyarakat Profesional Indonesia (MPI).

Baca Juga: Kedatangannya Sempat Ditolak, Siti Badriah Berhasil Tampil di Rokan Hulu, Lontarkan Sindiran soal Pakaian

Selain itu, Budi Arie juga aktif di bidang pers. Di pers kampus, dia pernah menjabat sebagai redaktur pelaksana Majalah Suara Mahasiswa UI pada 1993-1994.

Saat reformasi bergejolak pada 1998, Budi Arie juga menginisiasi surat kabar kritis, Bergerak. Ia mengelola mingguan Media Indonesia pada 1994-1996.

Selanjutnya, ia juga ikut dalam pendirian Mingguan Ekonomi Kontan. Budi Arie menjadi jurnalis Kontan sejak 1996 hingga 2001. Pada 2008-2009, dia menjadi Pemimpin Umum Tabloid Bangsa.

Budi Arie juga aktif sebagai penulis. Dia telah menerbitkan karya bukunya yang berjudul "Menjemput Takdir Sejarah" (2015) dan "Berubah Demi Rakyat" (2004).

Sebagai politikus, Budi Arie pernah menjabat Kepala Balitbang PDIP DKI pada 2005-2010, dan Wakil Ketua DPD PDIP DKI. Pada Agustus 2013, dia mendirikan Projo, kelompok relawan pendukung Jokowi.

Baca Juga: Masih Musim Kemarau, Warga Diimbau Waspada Potensi Bencana Kebakaran

Pada tahun 2013, menjelang proses Pilpres 2014, PDIP masih memiliki wacana untuk kembali mencalonkan Megawati, dengan beberapa pilihan Cawapres, antara lain Joko Widodo.

Namun suara akar rumput lebih menginginkan adanya calon presiden baru dan dilakukannya proses penyegaran figur calon presiden.

Projo terlibat dalam mengumpulkan suara dari akar rumput untuk pencalonan Jokowi. Saat ini PROJO sudah berkembang dan hadir di seluruh Provinsi di Indonesia.

Peran ini terulangi kembali dalam Pemilu 2019. Projo mendukung pendaftaran kembali Joko Widodo sebagai calon presiden 2019, tetapi beberapa kontroversi sempat merebak seputar pemilihan calon wakil presiden.

Setelah pertentangan mengenai siapa figur yang pantas, Jokowi akhirnya memilih Ma'ruf Amin. Projo menyatakan mendukung siapapun calon pendamping yang dipilih Jokowi

Bersama Projo, Budi Arie berjuang menggalang aspirasi dan dukungan pencapresan Jokowi sebelum dideklarasikan PDIP secara resmi. Organisasi ini tetap konsisten mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Budi Arie kemudian dilantik oleh Jokowi sebagai Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) pada 25 Oktober 2019.

Pada 2023, Presiden Jokowi secara resmi melantik Budi Arie sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Kabinet Indonesia Maju dalam sisa masa jabatan periode 2019-2024.

Acara pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 17 Juli 2023.

Budi Arie dilantik berlandaskan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 62/P Tahun 2023 tentang Pengangkatan Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

Ia menggantikan Johnny G. Plate yang terseret kasus dugaan korupsi BTS Kominfo.