POJOKSATU.id, TAKALAR— Ketua Komite dan Kepala Sekolah menanggapi viralnya guru SMAN 3 Takalar Sulsel menghina anak petani.
Kepala sekolah SMAN 3 Takalar, Ilham Dg Tutu mengatakan siswa di sekolahnya telah berbesar hati memaafkan guru PPKN itu dengan syarat tidak ingin diajar lagi oleh guru tersebut.
Ketua Komite SMAN 3 Takalar, Dr Nawir Rahman, menyebut bahwa guru yang bersangkutan mengaku menyesal atas kejadian tersebut.
Kepala SMAN 3 Takalar, Ilham Dg Tutu yang dihubungi membenarkan kejadian tersebut. Dan kejadian itu tepatnya di kelas 12.
Baca Juga: Ahlak yang Patut Dipuji, Siswa yang Dihina karena Anak Petani sudah Maafkan Guru PPKN Itu
Ia juga menyampaikan jika oknum guru dan siswa yang ada di ruangan tersebut telah dikonfirmasi.
“Tadi itu bersama pengawas kami sudah panggil guru yang bersangkutan, selama sekitar 1 jam menyampaikan bahwa apa yang dia lakukan masuk kategori bullying. Setelah itu kami panggil perwakilan siswa menanyakan duduk permasalahannya,” ujarnya via WhatsApp (WA) kepada wartawan, Kamis (5/10/2023).
Ia melanjutkan, setelah dipertemukan, anak-anak tersebut telah berbesar hati memaafkan guru dengan syarat tidak ingin diajar lagi oleh guru tersebut.
“Akhirnya anak anak memaafkan gurunya tadi dengan catatan tidak ingin lagi diajar oleh guru yang bersangkutan,” ungkapnya.
Kepsek berharap semua pihak bisa menahan diri dan tidak tersulut dengan adanya hal ini.
Ia pun meminta maaf atas insiden yang terjadi disekolahnya dan berharap kejadian ini tidak berulang kembali.
Sementara itu Ketua Komite SMAN 3 Takalar, Dr Nawir Rahman, kejadian itu berlangsung saat guru yang bersangkutan mengajar di kelas 12.
"Guru tersebut mengaku menyesal atas kejadian itu tapi siswa-siswi juga menyampaikan kekesalannya terhadap guru tersebut dan dia bisa menerima permohonan maafnya dengan catatan tidak lagi mengajar di kelas itu lagi," ucap Nawir.
Baca Juga: Rombongan Bus Study Tour SMPN 3 Depok Tabrakan di Jalan Tol Cipali, Ini Penyebab Kecelakaan Itu
Ia mengatakan, pengawas dan cabang dinas sempat hadir di SMAN3 Takalar untuk membahas masalah ini.
Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel) juga telah meminta klarifikasi langsung kepada pihak SMAN3 Takalar.
"Tentu selaku ketua komite prihatin terhadap kejadian tersebut bilamana semua akar masalah terungkap secara terang benderang," jelasnya.***




