POJOKSATU.id, TAKALAR— Ahlak siswa ini patut dipuji, sebagai siswa SMAN 3 Takalar Sulsel yang dihina karena anak petani, dia sudah ikhlas maafkan guru PPKN itu.

Sikap siswa RR (17) yang sudah memaafkan guru PPKN yang menghina pekerjaan bapaknya sebagai petani ini terungkap Sabtu (7/10) di ruangan kepala SMAN 3 Takalar.

Sikap guru PPKN yang hina anak petani ini sempat viral di media sosial beberapa hari belakangan dimana terdengar guru membandingkan petani dengan panglima TNI.

RR (17), siswa yang dihina profesi orang tuanya mengaku sudah memaafkan guru PPKN yang bernama Jufri itu.

Baca Juga: Perangkat Desa

"Saya sudah memaafkan dan tidak ingin masalah ini ditindaklanjuti, sudah saya sampaikan kepada kepala sekolah," kata RR ketika diwawancarai wartawan di kantor kepala sekolah SMAN 3 Takalar, Sabtu (7/10/2023).

RR menceritakan guru PPKN tersebut menghina dan membandingkan pekerjaan orang tuanya saat berlangsung sesi presentasi di sekolah.

"Temanku yang mengenakan kacamata dihina. ‘Pakai kacamata tidak tahu menjawab’," ungkapnya lagi mengungkap bahwa gurunya juga menghina siswa berkacamata itu.

RR kemudian protes ke gurunya melihat perlakuan yang diterima temannya itu, tetapi RR malah dipanggil ke depan ruang kelas untuk menjawab pertanyaan presentasi.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Bola 8 Oktober: PSM vs Madura United, Arsenal vs Man City, Granada vs Barcelona

RR yang tidak bisa menjawab pertanyaan guru PPKN itu kemudian dihina oleh guru tersebut dengan membandingkan pekerjaan bapaknya dengan panglima TNI.

"Jadi saya protes, jangan begitu caranya pak. Setelah itu saya dipanggil naik. Saya jawab tidak tahu karena ini tugas kelompok, lebih-lebih orang di depan saja tidak tahu apalagi saya,” katanya.

“Saya ditanya di mana tinggal, saya jawab di Manyammpa. Ditanya apa pekerjaan orang tua, saya jawab petani. Guru itu bilang kukira panglima bapakmu, kenapa berani protes sama saya," ungkapnya lagi.

Insiden tersebut menjadi awal dari keributan yang kemudian direkam oleh salah seorang siswa. Video tersebut kemudian menjadi viral di media sosial.

Baca Juga: Dulang Suara Terbanyak di Jabar, Kaesang Pangarep Safari Politik ke Kota Bandung

Dalam video itu terlihat, guru tersebut hampir menjadi korban pemukulan oleh siswanya sendiri setelah membandingkan pekerjaan orang tua siswa sebagai petani dengan pangkat Panglima TNI.

Para siswa tidak terima guru tersebut menghina pekerjaan orang tua rekannya.

Mendengar ucapan guru tersebut, para siswa yang ada di kelas pun langsung pasang badan membela rekannya yang dibully.

"Yang penting halal Pak," ucap seorang siswa lain.

Guru pria itu lantas sadar ada salah satu siswa yang merekamnya dan mencoba untuk menghentikan aksi tersebut.

Baca Juga: Bak Pengantin Baru usai Pengukuhan Pernikahan dengan Lady Nayoan, Rendy Kjaernett : Terima Kasih Menerima Aku

Tetapi siswa-siswa di kelas itu nampak tak gentar dan tetap meminta guru itu bertanggung jawab atas ucapannya.

Seorang siswa lain bahkan maju ke hadapan kelas, menghampiri guru itu.

Adu mulut pun tak terhindarkan antara para siswa dan sang guru.

Ketika keributan mulai terjadi, guru tersebut mencoba keluar kelas. Tetapi para siswa mengikutinya dan terus mempertanyakan ucapannya.***