POJOKSATU.ID - Setelah sebulan lebih penyidikan kasus pembunuhan pemuda asal Bireuen, Aceh bernama Imam Masykur oleh oknum TNI memasuki babak baru.

Pomdam Jaya menggelar rekonstruksi kasus penculikan itu secara tertutup di Markas Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan.

"Iya hari ini dilakukan rekonstruksi. Dilakukan secara tertutup," kata Komandan Pomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar saat dihubungi wartawan, Selasa (26/9/2023).

Baca Juga: Klinik Kecantikan Milik Dokter Tompi Digeruduk Massa, Endingnya Malah Minta Tenaga Kerja Lokal Dipekerjakan

Agenda rekonstruksi juga turut disaksikan oleh Kuasa hukum keluarga Imam Masykur, Hotman Paris. Hotman menyaksikan langsung rekonstruksi itu, menyebut seluruh penyidik Pomdam Jaya sudah hadir di lokasi.

Momen rekonstruksi juga dibagikan di akun instragram @hotmanparisofficial. Tampak keluarga Imam Masykur juga hadir di Pomdam Jaya untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi. Selain itu, tiga anggota TNI yang menjadi tersangka yakni Praka Riswandi Manik, Praka Heri Sandi, dan Praka Jasmowir dihadirkan

"Ini sudah pada hadir ada auditor militer, dari Pomdam, semua sudah ada akan dilakukan di Pomdam Jaya di Jalan Guntur. Penyidiknya semua sudah ada," kata Hotman Paris dikutip dari akun Instagramnya, hotmanparisofficial.

Baca Juga: Dr Tompi Tanggapi Santai Klinik Beyoutiful Pondok Aren Didemo Ormas, Ternyata oh Ternyata...

Diketahui, satu oknum Paspampres Praka RM serta dua anggota TNI lainnya, Praka HS dan Praka J, sudah ditetapkan menjadi tersangka terkait tewasnya Imam Masykur. Mereka kini masih diproses di polisi militer.

Selain itu, ada tiga warga sipil yang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya terkait dugaan keterlibatan di kasus kematian Imam Masykur. Dari ketiga tersangka tersebut, salah satunya Zulhadi Satria Saputra, yang merupakan kakak ipar Praka RM. Sedangkan dua warga sipil lainnya adalah AM dan Heri. ***