POJOKSATU.id - Deklarasi capres cawapres Anies-Cak Imin di Surabaya, Jawa Timur, sepertinya tidak membawa dampak.

Pasalnya, elektabilitas Anies-Cak Imin di Jawa Timur pun masih kalah jauh dan tetap berada di paling buncit.

Bahkan lagi-lagi, elektabilitas Anies-Cak Imin di Jawa Timur tidak bisa mencapai 20 persen.

Baca Juga: Jimin Support V BTS di Music Bank, Pesan di Album Layover untuk Sang Soulmate Bikin Mewek

Hal itu tergambar dalam hasil survei terbaru yang dirilis Surabaya Research Syndicate (SRS).

Dalam survei tersebut, disajikan 3 bakal capres yang sudah muncul saat ini.

Hasilnya, Prabowo Subianto mendominasi dengan dukungan yang mencapai 43,8 persen.

Baca Juga: Segera Tayang! Intip Sinopsis Film Aquaman 2 The Lost Kingdom yang Akan Membuat Terpukau

Di posisi kedua, yakni Ganjar Pranowo yang mendapat dukungan sebesar 39,7 persen.

Sementara Anies Baswedan, lagi-lagi jadi yang paing buncit dengan angka 15,2 persen.

Sedangkan sebanyak 1,3 responden menyatakan belum memiliki pilihan.

Baca Juga: Daftar Nilai Ambang Batas CPNS 2023, Lulusan Terbaik Predikat Cumlaude Diberi Keistimewaan

Hal itu dipaparkan Peneliti SRS, Edwin Abdul melalui rilis survei bertajuk 'Arah Dukungan Warga NU dan Pemilih PKB di Jawa Timur Terhadap Bacapres Tiga Besar Pasca Deklarasi Pasangan Anies-Cak Imin', melalui Zoom, Jumat 15 September 2023.

"43,8 persen responden mengaku memilih Prabowo, kemudian 39,7 persen menyatakan memilih Ganjar dan 15,2 persen menjatuhkan pilihan pada Anies," papar dia.

Adapun warga Nahdiyin atau NU tetap menjatuhkan pilihannya Prabowo Subianto.

Hal ini berbanding terbalik karena pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar juga didukung PKB.

Apalagi, deklarasi capres-cawapres Anies-Cak Imin juga dilakukan di Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Menag Yaqut Imbau Umat Islam Gelar Salat Istisqa', Begini Tata Cara Salat Istisqa'

Dalam survei tersebut, warga NU memilih Prabowo terbilang tinggi, yakni mencapai 41,4 persen.

Sedangkan sebanyak 34,3 persen menjatuhkan pilihan pada Ganjar Pranowo.

Hanya 13,9 persen warga NU saja yang menjatuhkan pilihan kepada Anies Baswedan.

Baca Juga: Tetap Berlaku 5 Tahun, MK Tolak Gugatan Permohonan SIM untuk Seumur Hidup

"Dan 10,7 persennya masih galau alias belum bisa membuat keputusan memilih siapa," ujarnya.

Hasil survei ini, kata dia, membuktikan bahwa basis NU Jatim tidak berkorelasi langsung dengan PKB.

Sementara, suara NU di Jatim dan Jateng, disebut Edwin merupakan salah satu penentu kemenangan Pilpres 2023.

Baca Juga: Kasus Truk Tabrak Pemotor Lawan Arah di Lenteng Agung Berakhir Damai, 7 Motor Tetap Kena Tilang

"Sehingga NU (di Jatim) selalu menjadi penentu kemenangan seorang calon presiden sejak Pilpres 2004 silam," tuturnya.

Untuk diketahui, survei SRS ini dilakukan pada periode 3-12 September 2023 dengan menggunakan metode teknik pengambilan sampel secara acak sistematis (Multistage Random Sampling).

survei SRS ini menggunakan sampel sebanyak 1000 responden yang didistribusikan ke seluruh Kota/Kabupaten yang ada di seluruh Jawa Timur secara proporsional.

Seperti Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kabupaten Jember, Blitar, Kota Pasuruan, dan Kota Probolinggo.

Survei ini disebut memiliki margin of error kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan (Level of Confidence) sebesar 95 persen.***