POJOKSATU.id - Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menganalisi penyebab kematian ibu dan anak tewas di Cinere Depok.
Reza mengasumsikan diduga penyebab kematian ibu dan anak tewas di Cinere itu bisa saja merupakan tindakan bodoh kedua korban untuk mengakhiri hidupnya.
Ibu dan anak tewas di Cinere Depok tersebut diketahui berinisial GAH (64) dan DAW (38).
"Asumsikan, peristiwa Cinere adalah bunuh diri. Anggaplah, surat bertajuk 'to you whomever' ditulis sendiri oleh pelaku," kata Reza kepada pojoksatu.id, Selasa, 12 September 2023.
Kendati demikian, kata Reza, tindakan bunuh diri itu adalah keputusan yang amat sangat salah.
Karena itu, pihak kepolisian jangan serta merta menyimpulkan penyebab korban meninggal adalah bunuh diri.
"Penyebabnya harus di sisir satu persatu karena apa penyebabnya dan sebagainya," ujarnya.
Reza juga menyoroti surat yang dituliskan kedua korban di laptopnya. Surat tersbut harus didalami lagi secara mendalam.
Menurutnya, ada keanehan dalam isi surat tersebut, apakah surat tersebut ditulis oleh pihak lain yang dialamatkan kepada kedua korban.
Baca Juga: Rumah Produksi di Srengseng Sebar 120 Film Asusila di 3 Website Ini, Bisa Nonton sampai Puas
"Jadi aneh bahwa surat tentang suatu keputusan yang amat sangat serius itu tidak dialamatkan ke pihak tertentu, melainkan ditujukan ke siapapun," ujarnya.
Sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan kejadian penemuan dua mayat seorang ibu dan anaknya itu hampir sama dengan kejadian kasus satu keluarga yang meninggal di Kalideres beberapa bulan lalu.
"Ini sangat mirip dengan kejadian yang di Kalideres, oleh karenanya pola nya kita sama, ditemukan jenazah sudah rusak," kata Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Jumat, 8 September 2023.
Menurut Hengki, langkah-langkah penyelidikan yang digunakan dalam kasus ini penuh kehati-hatian. Sebab dari hasil pendalaman diduga ada hal-hal yang mistis dalam kematian korban.
Namun dari hasil pendalaman sementara, penyidik menemukan petunjuk baru kematian korban.
Petunjuk itu, yaitu ditemukannya laptop milik korban yang bertuliskan to you whomever yang artinya apabila ada yang melihat tulisan ini, mungkin saya dan ibu saya sudah meninggal.
"Nah ini kira-kira akan kita dalami. Apakah memang ini tulisannya jenazah ini, atau mungkin merupakan desepsi, kita enggak tahu. Mungkin ada orang juga yang nulis, kita enggak tahu," tuturnya.
Baca Juga: Sinyal Putus Makin Kuat, Lyodra dan Riza Syah Saling Unfollow Instagram
Kendati bukti tersebut sudah ditemukan di TKP, namun Hengki belum bisa memastikan penyebab kematian seorang dan anaknya itu.
Sebab dari bukti-bukti yang ditemukan di lokasi, juga belum bisa disimpulkan apakah kematian korban alami mengatah pada kecelakaan, bunuh diri, atau pembunuhan.
"Apakah ini matinya alami, natural. Apakah accident, kecelakaan. Apakah sucide, bunuh diri. Atau Homicide, pembunuhan. Apakah gabungan dari berbagai analisis ini," ujarnya.
Dua jenazah yang merupakan ibu berinisial GA (64) dan anaknya DA (38) ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di sebuah rumah di wilayah Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/9).
Jenazah dua korban ini ditemukan setelah ada dari laporan warga terhadap satpam komplek yang curiga karena keduanya sudah tidak keluar rumah selama 1 bulan.
Kemudian, satpam komplek bernama Jafar bersama Ketua RT Sony mengecek rumah yang dimaksud. Keduanya lantas mencoba masuk dan mencium bau tidak sedap usai berhasil membuka garasi rumah.
Dari kesaksian sejumlah warga, jenazah kedua korban ditemukan dalam kondisi berpakaian di salah satu kamar mandi yang tidak terkunci.
"Lalu petugas security menghubungi Polsek Cinere dan setelah dilakukan cek TKP ternyata ditemukan 2 orang mayat laki laki dan perempuan diduga penghuni rumah No. 39 perum BCI," kata Kaur Humas Polres Metro Depok Iptu Made Budi.



