POJOKSATU.id - Koalisi Cekfakta menggelar kick off diskusi bulanan untuk memetakan data hoaks jelang Pemilu 2024, di Hotel El Royale, Bandung, Jumat 25 Agustus 2023.
Tujuannya, untuk mendapatkan data terbaru hoaks atau informasi palsu yang muncul, baik melalui media online atau media sosial.
Koalisi Cekfakta terdiri dari Asosiasi Media Siber Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).
Baca Juga: 12 Caleg Mantan Koruptor di Pemilu 2024, Ingin Tahu Nama-namanya? ICW Bongkar Semua
“Diskusi bulanan menjelang Pemilu 2024 melalui sosial media monitoring dapat mengantisipasi penyebaran hoaks, sekaligus sebagai inventarisir bank data hoaks. Kegiatan baik ini harus didukung,” ujar Sekjen AMSI, Maryadi.
Sementara, anggota Dewan Pers, Sapto Anggoro meyakini, hoaks akan meningkat seiring tahun politik.
Karena itu ia berharap diskusi bulanan yang digelar AMSI ini bisa mengidentifikasi hoaks lebih awal.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Terjun Bebas, Demokrat Pertanyakan Kekompakan Koalisi, Malah Rebutan Cawapres
"Diskusi ini penting untuk dilakukan secara reguler karena informasi palsu akan selalu berubah setiap saat. Koalisi Cekfakta dapat menjadi garda depan untuk mencegah hoaks," kata dia.
Dipandu oleh Trainer Cek Fakta, Anastasya Andriarti, diskusi dimulai dengan laporan pemantauan media sosial hoaks menggunakan mesin artificial intelligence milik Binokular.
Ini merupakan alat yang digunakan koalisi Cekfakta untuk sosial media monitoring menjelang Pemilu 2024.
Baca Juga: Efek Polusi Udara Jakarta, Anak Zaskia Adya Mecca Sesak Nafas hingga Dibantu Pakai Tabung Oksigen
"Hoaks seputar politik dominan mengarah pada penyerangan atas personal capres cawapres," ungkap Project Manager Social Index Binokular, Danu Setio Wihananto.
Di tempat yang sama, ahli hukum pers, Yosep Adi Prasetyo menyebut, hoaks erat dengan bisnis dan acapkali diproduksi untuk motif ekonomi.
Menurutnya, terbanyak adalah hoaks tentang kesehatan.
“Waktu pandemi banyak sekali hoaks diproduksi. Contohnya, kalau mau sehat minum minyak kayu putih. Kalau mau aman dari Covid, berjemur. Jelas itu tidak akan menyembuhkan. Itu hoaks,” ujar Yosep.
Baca Juga: Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Anies Baswedan Malam-malam ke Rumah Cikeas Temui SBY dan AHY
Selain itu hoaks juga banyak mencatut nama dokter Terawan, baik soal penemuan obat kuat, obat jantung, obat gula darah, dan lainnya.
Sedangkan penyebaran hoaks yang makin masif didorong masyarakat yang ingin berbagi informasi tapi tak tahu bahwa itu adalah hoaks.
Karena itu, tantangan terbesar penyebaran hoaks adalah literasi penggunaan media sosial dan sumber informasi.
Di sisi lain, Kerja cekfakta saat ini belum menyentuh dark social yang ada di grup-grup aplikasi percakapan dan media sosial.
"Koalisi perlu mendesak tanggung jawab platform misalnya agar setiap grup percakapan WA baru bisa dibentuk jika ada moderatornya. Perlu menyusun panduan percakapan,” kata mantan Ketua Dewan Pers ini.
Koordinator koalisi cekfakta, Adi Marsiela berharap AMSI bisa mendorong lebih banyak media angotanya masuk dalam koalisi cekfakta agar amplifikasi kerja tim pemerika fakta lebih luas diakses publik.
Baca Juga: Duel Sengit Lawan Duo Tiongkok, Bakri Kandas di Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2023
Dari total seluruh anggotanya, setidaknya ada 10 persen di antaranya tergabung dalam koalisi cekfakta.
“Mungkin tidak semua harus produksi debunking atau prebunking karena kemampuan dan jumlah tim tak sama. Keterlibatannya bisa juga dengan mempublikasikan konten yang ada dalam cekfakta.com,” kata Adi.
Adi mengungkap, setidaknya ada 20 kegiatan besar yang telah disusun koalisi AMSI, AJI, dan Mafindo jelang Pemilu 2024.
Baca Juga: Presiden Jokowi dan Ustaz Adi Hidayat Hadiri Haul ke-2 Almarhum Haji Anif, Ikut Berdoa dan Ziarah
Beberapa kegiatan diantaranya termasuk menyusun strategi meningkatkan kualitas dan sinkronisasi pemeriksa fakta, melengkapi database cekfakta, dan pembuatan konten cekfakta dengan target 2400 konten.
"Hingga akan diadakan FGD actor mapping untuk meluaskan konten cek fakta," katanya.***



.webp)
