POJOKSATU.id - Profil Budiman Sudjatmiko yang resmi dipecat PDIP setelah deklarasi dukung Prabowo Subianto sebagai capres 2024.
Budiman Sudjatmiko akhirnya resmi dipecat PDIP usai melakukan deklarasi dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai capres untuk Pilpres 2024.
Deklarasi dukungan itu dilakuan Budiman Sudjatmiko melalui gerakan relawan Prabu.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Makan Halal di Kota Berastagi Karo, Ada yang Buka Malam Hari Saja
Akibatnya, Budiman langsung dipanggil PDIP untuk memberikan klarifkasinya.
Sejalan dengan itu, Budiman juga mendapat ultimatum dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Saat itu, Hasto mengultimtum Budiman untuk mengundurkan diri dari PDIP atau dipecat.
Baca Juga: Presiden Jokowi dan Ustaz Adi Hidayat Hadiri Haul ke-2 Almarhum Haji Anif, Ikut Berdoa dan Ziarah
Budiman pun dianggap telah melakukan pelanggaran berat sebagai kader PDIP.
Pasalnya PDIP telah mengumumkan sosok capres yang diusung di Pilpres 2024 mendatang yang tidak lain adalah Ganjar Pranowo.
Pemecatan Budiman itu tertuang dalam surat keputusan DPP PDIP pada Kamis 25 Agustus 2023 malam.
Baca Juga: FIFA Diminta Kaji Aturan Lemparan Roket Andalan Timnas Indonesia U23, Media Vietnam Ikut Menyorot
Pemecatan Budiman sebagai kader PDIP tertuang dalam surat PDIP yang ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Profil Budiman Sudjatmiko
Selain sebagai politikus, Budiman Sudjatmiko juga dikenal sebagai seorang aktivis reformasi 98.
Budiman dilahirkan di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, pada 10 Maret 1970 silam, dari pasangan Wartono Sudjatmiko dan Sri Sulastri.
Akan tetapi masa kecil sampai remaja dihabiskan di berbagai daerah.
Yakni bersekolah di SDN Pengadilan 2 Bogor, lalu melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Cilacap.
Ia tercatat pernah mengenyam pendidikan di SMAN 3 Bogor dan SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta.
Anak pertama dari 4 bersaudara ini kemudian berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baca Juga: Ngebet Jadi Cawapres Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno Tetap Harus Tunggu Intruksi Politisi Ini
Sayangnya, jenjang S1 itu tidak diselesaikan karena Budiman disibukkan dengan kegiatan politik dan kehidupan sebagai seorang aktivis.
Seperti pendidikan politik kepada masyarakat, sampai pendampingan petani dan buruh di Jawa Tengah.
Akan tetapi ia akhirnya bisa melanjutkan pendidikan di Ilmu Politik di Universitas London dan Master Hubungan Internasional di Universitas Cambridge, Inggris.
Baca Juga: Banding Ditolak, Mabes Polri Tetap Proses PTDH Teddy Minahasa
Dia selanjutnya kembali ke Indonesia pada akhir 2004 dan bergabung dengan PDIP.
Di PDIP, Budiman membentuk organisasi sayap PDIP, Relawan Perjuangan Demokrasi atau Repdem.
Ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2009 smapai 2019 lalu dari dapil Jawa Tengah 8.
Dipenjara Orde Baru
Kehidupan organisasi sudah dilakoni Budiman Sudjatmiko sejak duduk di bangku SMP dan terus berkembang ketika berkuliah di UGM.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia BWF 2023: Full Senyum, Prifad Singkirkan Unggulan Kelima
Pada 1996, Budiman Sudjatmiko mendeklarasikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang saat itu dikenal sangat vokal mengkritik pemerintahan Orde Baru.
Selain itu, ia jud dituding jadi dalang penyerangan kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, yang dikenal dengan peristiwa 27 Juli 1996.
Saat itu, Budiman dituding mendalangi Mimbas Bebas yang digelar sebulan sebelumnya.
Karena aktivitasnya itu pula ia kemudian divonis penjara 13 tahun karena dianggap makar oleh pemerintahan Soeharto.
Baca Juga: Mahkamah Agung tak Berpihak kepada Dedi Mulyadi, Akhirnya Anne Ratna Mustika Resmi Janda
Akan tetapi masa hukumannya itu hanya dijalani 3,5 tahun karena ia mendapat amnesti setelah Soeharto dilengserkan.
Amnesti atau pengampunan itu diberikan oleh Gus Dur yang saat itu menjabat sebagai Presiden ke-4 RI.
Aktivis dan Inovator
Budiman Sudjatmiko juga dikenal sebagai aktivis demokrasi dan terlibat dalam jaringan demokrasi internasional.
Baca Juga: Dugaan Penyimpangan CSR, MPR RI For Papua Ngadu ke Ketua MPR, Respon Bambang Soesatyo Begini
Ia terlibat aktif sebagai pengurus Steering Committee dari Social-Democracy Network in Asia (Jaringan Sosial-Demokrasi Asia).
Saat itu, Budiman tercatat menjabat sebagai Pembina Utama di Dewan Pimpinan Nasional organisasi Parade Nusantara.
Yakni sebuaah organisasi yang menghimpun kepala desa dan seluruh perangkat desa di seluruh Indonesia yang memiliki agenda utama memperjuangkan pengesahuan RUU pembangunan pedesaan.
Baca Juga: Murka Dicap Tak Bisa Punya Anak, Dewi Perssik Unggah Hadist tentang Apa Arti Mandul Sebenarnya
Selain itu, dia juga dikenal sebagai inovator setelah mendirikan Inovator 4.0 pada 2018 dan menjadi ketua umumnya.
Komunitas ini berisi akademisi, ahli rekayasa, peneliti, programmer, seniman, dokter dan lainnya yang berhubungan dengan berbagai bidang.
Diantaranya komputasi kuantum, rekayasa genetik, pertanian presisi, kecerdasan buatan, drone, otomatisasi, sumber energi terbarukan, pendidikan, manajemen talenta, dan sosial budaya untuk memicu lompatan Indonesia menuju Revolusi Industri 4.0.
Baca Juga: Film Sleep Call, Ternyata Angkat 5 Isu Sosial, Salah Satunya Pinjol
Pada tanggal 19 Agustus 2019, Budiman Sudjatmiko bersama berbagai ahli, talenta, dan akademisi PhD Inovator 4.0 Indonesia dari luar negeri menemui Presiden dan membuat pernyataan siap pulang untuk ikut membangun negeri dengan menularkan pengetahuan yang telah mereka dapat kepada talenta-talenta lainnya di Indonesia, terutama di desa.
Inovator 4.0 Indonesia juga yang memelopori peringatan Firehose of Falsehood dalam pelaksanaan Pemilu 2019 dan memberikan edukasi untuk mengalahkannya.
Dipecat PDIP
Budiman Sudjatmiko sendiri mengaku tak terlalu memikirkan pemecatan dirinya sebagai kader PDIP.
Baca Juga: DPR Bakal Bentuk Pansus untuk Atasi Darurat Polusi di Jakarta
Kendati demikian, politikus asal Jawa Tengah itu enggan berkomentar lebih jauh.
Budiman menyatakan dirinya menerima apapun keputusan PDIP atas dirinya.
Menurutnya, pemecatan dirinya dari PDIP itu tak lebih dari sekedar sebuah perjalanan hidup.
Namun yang pasti, pemecatan itu merupakan akhir dirinya dengan partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ini 5 Tanda Frozen Food Sudah Tak Layak Dikonsumsi
Dengan pemecatan dirinya itu maka berarti periode dirinya dengan PDIP telah berakhir.
Tapi dia berharap pemecatan oleh PDIP itu bisa jadi periode berikutnya dari hidupnya.
Karena itu dirinya menyatakan sudah siap menjalani tahap baru dalam hidupnya.
Baca Juga: Deretan Pesawat Tempur dan Kapal Super Canggih yang Dibeli Menhan Prabowo Subianto
Kendati demikiaan, eks Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu masih belum berfikir parpol mana yang akan dituju setelah ini.
Budiman Sudjatmiko mengaku siap dengan tantangan-tantangan baru dan mengalir saja mengikuti sejarah.***




