POJOKSATU.id - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, angkat bicara soal pidato Prabowo Subianto di Solo.
Pidato Prabowo Subianto itu disampaikan dalam peringatan Hari Veteran Nasional, di Solo, kemarin.
Dalam pidatonya, Prabowo Subianto menyinggung seorang pemimpin muda dari Solo, sekaligus pahlawan nasional, Brigjen (Anumerta) TNI Ignatius Slamet Riyadi.
Baca Juga: AHY Akui PK Moeldoko Timbulkan Kekhwatiran Koalisi Perubahan, Tapi Akhirnya Sirna
Slamet Riyadi sendiri sudah memimpin perang melawan penjajah saat usainya baru 22 tahun.
Ujang Komaruddin menilai, pidato Prabowo Subianto itu jelas ditujukan kepada Gibran Rakabuming Raka.
Gibran sendiri adalah sosok pemimpin muda yang menjabat sebagai Wali Kota Solo meski dalam usia yang masih tergolong cukup muda.
"Pidatonya disampaikan di Solo, lalu menyebutkan sejarah pemimpin muda Solo. Dalam konteks kekinian, kelihatannya indikasi mengarah kepada pemimpin Solo saat ini, Gibran," ungkap Ujang saat dihubungi, Jumat 11 Agustus 2023.
Selain itu, menurut Ujang, pidato Prabowo Subianto itu juga sebagai bentuk kepeduliannya kepada pemimpin muda.
Pemimpin muda yang dimaksud itu, kata dia, yang memiliki kapasitas dan kapabilitas seperti Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Ciplaz Karawang Hadirkan Live Show Dinosaurus Pertama di Karawang
"Yang disampaikan Prabowo itu kepedulian terhadap sosok pemimpin muda yang memiliki kapasitas, kapabilitas, leadership kuat dan memahami persoalan-persoalan bangsa," ujar Ujang.
Prabowo Subianto dalam pidatonya juga beranggapan usia muda bukanlah penghalang seseorang untuk duduk sebagai pimpinan.
Hal ini dicontohkan kepada pemimpin yang ada di Solo. Di mana Solo banyak melahirkan pemimpin muda yang berkualitas.
"Jadi, pemimpin usia muda itu belum tentu tidak bisa. Solo banyak melahirkan pemimpin-pemimpin yang besar,” ujar dia.
Baca Juga: Naura Ayu Kecewa, Banyak Kalimat Kasar Sengaja Ditulis di Papan 'Leave Yor Message' untuk BTS
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berpidato mengenai kiprah pahlawan Brigjen (Anumerta) TNI Ignatius Slamet Riyadi yang memimpin perang saat usia 22 tahun.
Pidato Prabowo Subianto itu lantas memunculkan arti lain dari kacamata politik.
Dalam pidato tersebut, Prabowo beranggapan usia muda bukanlah penghalang seseorang untuk menduduki jabatan pimpinan.
Baca Juga: Daripada Sering Turun ke Jalan, Irjen Karyoto Sarankan Buruh Gugat Omnibus Law ke MK
Hal ini dicontohkan lewat kiprah Slamet Riyadi sebagai pemimpin pasukan Brigade V dalam Serangan Umum 11 Maret selama 7-10 Agustus 1949.***


