POJOKSATU.id, JAKARTA — Sebagai Proklamator, Soekarno memiliki banyak relasi dengan para petinggi luar negeri, salah satunya dengan Presiden Kuba Fidel Castro.

Sebagai pemimpin Kuba selama 49 tahun, Fidel Castro dikenal akrab dan dekat dengan Presiden ke-1 Republik Indonesia itu.

Kedekatannya dengan Soekarno tak perlu diragukan lagi. Mereka bahkan pernah bertukar hadiah saat bertemu di tahun 1959 di Jakarta. Begitu juga saat keduanya bertemu tahun 1960 di Kuba.

Di Jakarta, Fidel memberikan cerutu Kuba kepada sang proklamator sementara Bung Karno membalasnya dengan memberikan keris dan kopiahnya.

Baca Juga: Ramai Isu Kristenisasi di Cemarajaya Karawang, Begini Penjelasan Kades

Pemilik nama lengkap Fidel Alejandro Castro Ruz menjabat sebagai pemimpin Kuba dari tahun 1959 sampai dengan 2008 atau selama 49 tahun.

Pada masa pemerintahannya itu, sejak 1959 sampai 1976, ia menjabat sebagai perdana menteri Kuba.

Baru kemudian ia mulai menjabat sebagai Presiden Kuba di tahun 1976 dan mundur pada 24 Februari 2008 karena alasan kesehatan.

Fidel Castro menempati urutan ketiga di dunia sebagai pemimpin negara terlama setelah Ratu Elizabeth dari Inggris dan Raja Thailand.

Pada 2006, Fidel menyerahkan kekuasaannya pada Raul Castro yang merupakan saudaranya, setelah dirinya menjalani operasi usus buntu.

Baca Juga: PBB Resmi Deklarasi Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Yusril 'Fokus' ke Cak Imin

Kemudian, baru di tahun 2008, kepemimpinannya resmi diberikan kepada Raul.


Castro Tahan Pidato Selama 7,5 Jam

Fidel Castro juga terkenal dengan pidato-pidatonya yang lama. Saat berpidato di PBB pada 26 September 1960, Fidel Castro tercatat berpidato selama 4 jam 29 menit.

Salah satu pidato terlama lainnya yaitu pada 24 Februari 1998, bertepatan dengan momen majelis nasional yang memilihnya kembali menjadi presiden untuk lima tahun ke depan.

Pada saat itu, pidatonya tercatat berdurasi 7 jam 30 menit.

Selain berpidato yang lama, Fidel Castro tercatat selamat dari 634 kali upaya pembunuhan, yang kebanyakan diotaki oleh Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dan organisasi-organisasi Kuba pengasingan di AS.

Mulai dengan pil racun, cerutu beracun, kerang yang meledak, dan pakaian renang yang sudah dicemari bahan kimiat.

Cara lain membunuh dia adalah dengan memberikan bubuk yang membuat jenggotnya rontok sehingga menjatuhkan popularitasnya.

Fidel Castro tutup usia pada 26 November 2016 di usia 90 tahun karena sebab alami. Dan kursi Presiden Kuba telah resmi ia serahkan pada saudaranya, Raul Castro.

Jasad Castro dikremasi dan abunya diletakkan di Santiago de Cuba pada 4 Desember 2016, dan ratusan ribu orang Kuba mengikuti upacara tersebut.

Majalah Magazine pada 2012 menobatkan Fidel Castro sebagai salah satu dari seratus yang orang paling berpengaruh sepanjang masa.***