POJOKSATU.id, KARAWANG - Desa Cemarajaya, sebuah kawasan yang sejak lama terkenal dengan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, kini dirundung ketegangan akibat isu Kristenisasi yang mendalam, mengejutkan masyarakat setempat.
Dalam upaya mengatasi rasa keresahan yang meluas, Fendy Aryanto, Kasie Pemerintahan desa, dan Rudi Chandia, Kepala Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, memberikan penjelasan resmi untuk menyikapi berita yang tengah mengemuka.
Fendy dengan tegas menyatakan bahwa warga non-Muslim yang hidup di wilayah ini adalah keturunan yang sudah lama menganut agama non-Muslim.
Baca Juga: Skandal Dugaan Korupsi Proyek PJU Karawang Seret Nama Oknum Anggota DPRD
Ia menegaskan, pemerintah desa telah berupaya maksimal untuk memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak guna mencegah munculnya intoleransi agama di wilayah tersebut.
"Kami selaku pemerintah desa telah melakukan berbagai upaya untuk menyatukan kedua pihak dan mencegah timbulnya intoleransi agama di sini," ujar Fendy, didampingi oleh Kepala Desa Cemarajaya, Rudi Chandia, dalam sebuah wawancara di kediaman kepala desa, Minggu 30 Juli 2023.
Fendy melanjutkan dengan menguraikan kronologi kejadian yang terjadi beberapa bulan lalu. Ia menjelaskan bahwa upaya sosialisasi dan penandatanganan perjanjian tertulis antara pihak-pihak terkait telah dilakukan.
Baca Juga: Viral di Facebook: Siswa SD Negeri di Karawang Dipaksa Bayar Uang Kursi
Adapun berita tentang kunjungan Ormas Islam ke desa pada malam Sabtu lalu, Fendy mengakui bahwa pihaknya tidak mengetahui kehadiran mereka.
Namun, sebagai langkah pencegahan lebih lanjut, ia berharap agar masyarakat dan organisasi masyarakat (ormas) Islam tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi dengan baik.
Fendy dan Rudi berharap agar seluruh masyarakat, termasuk ormas Islam, dapat saling mempercayai dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang beredar.
Baca Juga: Rehab Gedung SD Senilai Ratusan Juta Rupiah di Karawang ini Hasilnya Bikin Kecewa Warga
Pemerintah desa berkomitmen untuk berperan sebagai penengah yang memfasilitasi semua aktivitas keagamaan dengan baik dan adil bagi seluruh warga desa.
Saat ditanya mengenai langkah konkret selanjutnya, kepala desa Cemarajaya, Rudi Chandia, menyatakan bahwa pihaknya akan mengadakan dialog terbuka dengan masyarakat dan ormas Islam untuk mencari solusi bersama.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menciptakan harmoni dan perdamaian di desa ini.
Baca Juga: Miris! Siswa SD di Karawang Belajar di Luar Ruang Akibat Atap Rusak
Meskipun krisis Kristenisasi di Desa Cemarajaya masih menjadi sorotan utama, namun dengan upaya pemerintah desa dan dukungan dari seluruh masyarakat, diharapkan situasi dapat diselesaikan dengan bijaksana dan harmonis.
Kita patut terus memantau perkembangan berita ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Situasi ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi dalam kehidupan beragama di Indonesia. ***




