POJOKSATU.id — Menjelang pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026, sejumlah kementerian dan lembaga pusat diperkirakan kembali menjadi incaran yang relatif sepi peminat.
Situasi ini dinilai dapat membuka ruang peluang lebih besar bagi pelamar yang mampu membaca celah dan menyusun strategi sejak jauh hari.
Walaupun pemerintah hingga kini belum merilis jadwal resmi penerimaan CPNS 2026, geliat minat masyarakat sudah mulai terlihat.
Banyak calon pelamar mulai melakukan pemetaan peluang.
Baca Juga: Cek Daftar Daerah yang Mulai Cairkan Kekurangan Dana TPG Triwulan 4 Tahun 2025
Salah satunya dengan mengincar instansi pusat yang selama ini tidak terlalu diminati, tetapi tetap menawarkan prospek karier jangka panjang serta penghasilan yang kompetitif.
Gambaran ketatnya persaingan dapat dilihat dari data Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada seleksi CPNS 2024.
Saat itu, jumlah pelamar secara nasional mencapai 3.963.832 orang.
Dari angka tersebut, sebanyak 3.572.414 pelamar menyelesaikan proses pendaftaran hingga tahap akhir atau submit.
Lebih lanjut, dari total pelamar yang mendaftar, sebanyak 2.855.597 orang dinyatakan memenuhi syarat administrasi.
Baca Juga: Daftar Daerah Penerima TPG 100 Persen Bertambah, Kemenkeu Bocorkan Rinciannya
Sementara itu, 599.528 pelamar lainnya tidak lolos tahap administrasi.
Jumlah pelamar CPNS 2024 ini nyaris setara dengan seleksi CPNS 2023 yang menandakan minat masyarakat terhadap profesi aparatur sipil negara masih sangat tinggi.
Besarnya animo tersebut membuat persaingan masuk birokrasi pemerintahan tetap berlangsung ketat.
Meski demikian, data BKN juga memperlihatkan fakta menarik, yakni masih adanya sejumlah kementerian dan lembaga pusat yang jumlah pendaftarnya relatif lebih sedikit dibandingkan instansi-instansi favorit.
Baca Juga: SK TPG 100 Persen Tahun 2025 Resmi Diterbitkan Kemenkeu, Pencairan Segera Dilakukan Akhir Tahun Ini?
Dari sisi kesejahteraan, pemerintah telah mengatur gaji CPNS secara nasional melalui Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024.
Besaran gaji pokok disesuaikan dengan golongan dan tingkat pendidikan, mulai dari lulusan SMA hingga S2.
Selama masa percobaan, CPNS menerima 80 persen dari gaji pokok, belum termasuk tunjangan kinerja yang nominalnya berbeda-beda di tiap instansi.
Dengan kondisi tersebut, memilih instansi yang sepi peminat dapat menjadi langkah strategis bagi calon pelamar CPNS 2026.
Baca Juga: Kabar Gembira, 2.505 PPPK Paruh Waktu Riau Resmi Terima SK Pengangkatan
Peluang untuk lolos seleksi cenderung lebih terbuka, terutama jika jumlah formasi yang disediakan cukup besar sementara pendaftarnya terbatas.
Mengacu pada data CPNS 2024, terdapat 15 kementerian dan lembaga pusat yang tercatat memiliki jumlah pelamar paling sedikit dan berpotensi kembali sepi peminat pada CPNS 2026.
Instansi tersebut antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang membuka ratusan formasi namun jumlah pendaftarnya relatif rendah.
Selain BRIN, sejumlah sekretariat lembaga negara seperti Sekretariat Jenderal Komnas HAM, Sekretariat Jenderal MPR, hingga Sekretariat Jenderal WANTANNAS juga menunjukkan rasio pelamar yang tidak terlalu tinggi dibanding jumlah formasi.
Baca Juga: BNPB Pastikan Huntara Korban Banjir dan Longsor Aceh Selesai Sebelum Bulan Ramadan
Kondisi serupa terlihat di Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Informasi Geospasial (BIG), serta beberapa kementerian koordinator.
Ketimpangan antara jumlah formasi dan pendaftar di sejumlah instansi tersebut menjadi sinyal penting bagi calon pelamar.
Dengan mempelajari pola seleksi CPNS 2024, peserta CPNS 2026 disarankan mulai mempersiapkan strategi sejak dini, terutama dengan memperhatikan rasio formasi dan jumlah pendaftar agar peluang lolos semakin besar.***




