POJOKSATU.id, Karawang — Tantangan pengasuhan anak usia balita kini makin kompleks. Mulai dari pemenuhan gizi, keterlambatan bicara (speech delay), hingga ancaman kecanduan gawai (gadget) menjadi persoalan nyata yang dihadapi banyak keluarga di Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.
Merespons persoalan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek memperkuat Program Aksi Sehat Ibu dan Anak Unggul Desa (Asih Indung).
Salah satunya lewat seminar parenting bertajuk “Sinergi Pengasuhan: Menyelaraskan Pola Asuh Mencegah Masalah Perkembangan Balita” di Aula Kantor Desa Dawuan Barat, Senin (7/9).
Baca Juga: Aturan PIP 2026 Berubah, Usia 5 Tahun Kini Bisa Dapat Bantuan Dana Pendidikan dari Kemendikdasmen!
Kegiatan ini menghadirkan psikolog Arfilia Ahad Dori dan diikuti 20 peserta yang terdiri dari orang tua, nenek, hingga asisten rumah tangga (ART).
Para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai 10 Hak Dasar Anak, pencegahan stunting, pengasuhan positif, hingga batasan durasi layar (screen time) gawai yang aman sesuai tingkatan usia.
Antusiasme warga terlihat saat sesi diskusi dan konsultasi interaktif dibuka. Salah seorang warga, Vitri, memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi langsung terkait anaknya yang mulai mengalami ketergantungan gawai hingga memengaruhi perilaku serta fokus belajarnya.
Baca Juga: Limbah Ban Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa FEB UI Juara 1 Bioenergy Talent 2026
“Saya sangat antusias mengikuti seminar parenting ini. Selain bisa belajar cara membangun pola baru agar anak tidak kecanduan gadget, ini juga menjadi kesempatan luar biasa bagi kami untuk bisa berkonsultasi secara gratis dan belajar langsung dari ahlinya,” ujar Vitri.
Apresiasi juga datang dari Pj. Kepala Desa Dawuan Barat, Aang Khoerul Hak. Ia menilai edukasi semacam ini sangat dibutuhkan masyarakat agar orang tua punya bekal yang lebih tepat dalam mendampingi anak.
“Semangat kegiatan ini bukan untuk menyalahkan pola asuh yang sudah berjalan, melainkan memperkuat kembali pola pengasuhan yang lebih sehat. Kami mengapresiasi Pertamina yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat. Semoga pengetahuan ini dapat diterapkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Aang.
Baca Juga: Resto Kuburan
Dari pihak perusahaan, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menegaskan bahwa pendampingan tumbuh kembang anak merupakan proses belajar yang berkelanjutan bagi setiap orang tua.
“Melalui program Asih Indung ini, kami ingin memberikan ruang bagi orang tua untuk belajar, berbagi pengalaman, serta mendapatkan pemahaman yang lebih baik dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam keseharian dan menjadi bekal bagi orang tua dalam menghadapi berbagai tantangan dalam proses tumbuh kembang anak,” ujar Reno.
Inisiatif berkelanjutan ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga.
Baca Juga: Tak Perlu Bingung Cari Tempat Nongkrong Malam, 5 Taman Jakarta Ini Buka 24 Jam
Lewat sinergi bersama pemerintah desa, program ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan tangguh sejak usia dini.***




