POJOKSATU.id, KARAWANG – Dedikasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan ternyata tidak hanya dilakukan oleh kaum pria. Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, seorang perempuan bernama Tuti Kuswandari (49) membuktikan bahwa perempuan juga mampu mengambil peran penting dalam pengabdian kepada masyarakat melalui tugasnya sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Warga RT 07/RW 12 tersebut dikenal aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Meski berstatus sebagai ibu rumah tangga, Tuti tetap menyempatkan diri untuk terlibat dalam aktivitas kemasyarakatan sekaligus menjalankan tugas sebagai anggota Linmas.

Baginya, menjadi Linmas bukan sekadar mengenakan seragam atau menjalankan kewajiban saat ada kegiatan masyarakat. Tugas tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

“Selain menjadi ibu rumah tangga, saya juga membantu kegiatan Bu RT dan menjalankan tugas sebagai Linmas,” ujar Tuti.

Perjalanan Tuti sebagai anggota Linmas tidak terlepas dari dukungan keluarga, terutama sang suami. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci agar ia tetap bisa menjalankan tugas sosial tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai istri dan ibu di rumah.

Ia bersyukur karena suaminya memahami aktivitas yang dijalankannya dan selalu memberikan dukungan.

Baca Juga: Seribu Senjata Airsoft Gun di Pondok Pinang Milik Lokta Karya Perbakin, Sudah di Sana Sejak 2020

“Alhamdulillah suami mengerti dan tidak melarang. Kami mengatur waktu bersama agar semuanya tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Tuti menjelaskan, tugas pengamanan malam yang dijalankannya tidak dilakukan setiap hari. Jadwal tugas dilakukan secara bergiliran bersama anggota Linmas lainnya dan hanya berlangsung pada waktu tertentu.

“Untuk tugas malam hanya malam Minggu dan tidak sampai pagi,” jelasnya.

Keberadaan Tuti sebagai anggota Linmas perempuan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Banyak warga mengapresiasi keberaniannya terlibat langsung dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial.

Kehadirannya juga menjadi inspirasi bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi masyarakat. Tidak hanya berperan dalam keluarga, perempuan juga mampu terlibat aktif dalam kegiatan sosial, keamanan lingkungan, hingga pembangunan masyarakat.

Baca Juga: Siap-Siap! Tempat Hiburan Malam dan Penjual Miras Ilegal di Purwakarta Terancam Razia Ketat, Om Zein dan KDM Sudah Bergerak

Bagi Tuti, pengabdian kepada lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab sosial yang harus dijaga bersama. Ia berharap semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran positif di tengah masyarakat sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.

Menurutnya, kontribusi sekecil apa pun akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan dilandasi niat untuk membantu sesama.

Kisah Tuti menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan lingkungan. Dengan semangat gotong royong dan dukungan keluarga, perempuan dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh warga. ***