POJOKSATU.id, KARAWANG Di balik keberhasilan aparat TNI Angkatan Darat menjalankan tugas pembinaan teritorial dan menjaga stabilitas wilayah, terdapat sosok-sosok yang bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka memastikan seluruh sistem administrasi berjalan rapi sehingga tugas para prajurit di lapangan dapat terlaksana dengan baik.
Salah satu sosok tersebut adalah Dadang Abdurrosid. Pria kelahiran 19 Juni 1962 ini telah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya sebagai staf administrasi di Koramil 0409/Telagasari, Kodim 0604/Karawang.
Saat ditemui di Markas Koramil Telagasari, Dadang membagikan kisah pengabdiannya yang sarat dengan nilai loyalitas, disiplin, dan kecintaan terhadap institusi tempat ia bekerja selama bertahun-tahun.
Alumni SMA Negeri 1 Karawang itu mengaku awal mula dirinya bergabung dengan Koramil berangkat dari aktivitas organisasi yang dijalaninya saat masih aktif sebagai Ketua Karang Taruna di Kecamatan Lemahabang. Pada masa itu, ia sering terlibat dalam berbagai kegiatan bersama unsur kecamatan dan aparat setempat.
Keaktifannya dalam kegiatan kemasyarakatan menarik perhatian pimpinan Koramil saat itu, yakni Danramil Peltu Aceng Sutrisna bersama Peltu Ishak Hermawan. Ketika Koramil membutuhkan tenaga administrasi yang mampu bekerja dengan baik dan terampil, nama Dadang pun direkomendasikan untuk membantu.
“Waktu itu Koramil membutuhkan tenaga administrasi. Karena sering berinteraksi dalam berbagai kegiatan kecamatan, akhirnya saya diminta untuk bergabung dan membantu pekerjaan administrasi,” kenangnya.
Baca Juga: BKN Gandeng Microsoft, 145 Ribu ASN Akan Dilatih AI dan Kepemimpinan Digital hingga Juli 2026
Sejak saat itulah perjalanan pengabdiannya di lingkungan TNI dimulai. Meski tidak berstatus sebagai prajurit, Dadang merasakan langsung budaya kerja militer yang menuntut kesiapan tinggi, kedisiplinan, serta kemampuan menyelesaikan tugas dalam berbagai situasi.
Menurutnya, bekerja di lingkungan TNI tidak mengenal batas waktu. Setiap instruksi yang datang dari komando harus segera ditindaklanjuti dan diselesaikan sesuai kebutuhan organisasi.
“Dalam lingkungan TNI, tugas bisa datang kapan saja. Siang atau malam, ketika ada perintah dari Komando Atas, maka pekerjaan harus segera diselesaikan. Semua sifatnya instruktif dan membutuhkan kesiapan setiap saat,” ujarnya.
Menariknya, Dadang mengaku tidak pernah memiliki cita-cita khusus untuk berkarier di lingkungan militer. Namun seiring waktu, ia menemukan kenyamanan dan kebanggaan tersendiri dalam menjalankan tugas administrasi yang menjadi tanggung jawabnya.
Baginya, pengabdian jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengejar jabatan atau penghargaan.
“Saya menjalani semuanya sebagai bentuk pengabdian. Awalnya memang bukan cita-cita saya bekerja di sini, tetapi saya merasa nyaman dan mencintai pekerjaan administrasi yang saya jalani,” tuturnya.
Baca Juga: 4.480 Peserta Lolos UM UGM CBT 2026, Kedokteran Jadi Prodi Paling Ketat hingga Rasio 1:96
Selama bertugas, Dadang menjadi saksi perkembangan Koramil Telagasari dari masa ke masa. Ia masih mengingat kondisi awal Koramil yang saat itu hanya diperkuat sekitar 13 personel dengan berbagai keterbatasan fasilitas dan dukungan operasional.
Pada masa itu, semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam menjalankan tugas. Para anggota bahkan rela mengumpulkan iuran secara sukarela demi menunjang kebutuhan operasional sehari-hari.
“Dulu anggota mengumpulkan iuran bersama. Kalau tidak salah terkumpul sekitar Rp26 ribu untuk kebutuhan operasional. Alhamdulillah sekarang perhatian dari komando jauh lebih baik dan ada dukungan insentif yang cukup membantu,” ungkapnya.
Pengalaman panjang tersebut membuat Dadang merasa menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Koramil Telagasari. Kedekatan dengan para anggota serta budaya aparat teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat membuat dirinya semakin mencintai lingkungan kerja tersebut.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan pengabdian kepada rakyat telah menjadi bagian dari kehidupannya sehari-hari.
Baca Juga: ITB Juara Umum ONMIPA-PT 2026, Borong 18 Penghargaan dan Pertahankan Tradisi Prestasi Nasional
“Kalau ditanya kenapa bertahan sampai sekarang, jawabannya sederhana. Hati saya sudah terikat di sini. Jiwa TNI itu sudah melekat dalam diri saya,” tegas Dadang.
Tidak hanya aktif di lingkungan Koramil, Dadang juga mendapat kepercayaan besar dari masyarakat. Pada tahun 2000, warga mendorong dirinya untuk maju sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Kepercayaan itu berlanjut hingga dirinya terpilih dan dipercaya menjabat sebagai Ketua BPD selama lebih dari satu dekade, tepatnya hingga tahun 2012.
Meski memiliki tanggung jawab tambahan di tengah masyarakat, Dadang tetap mampu menjalankan tugas administrasi di Koramil dengan baik. Kemampuannya membagi waktu menjadi salah satu alasan mengapa ia dihormati baik oleh lingkungan kerja maupun warga sekitar.
Dalam kehidupan keluarga, Dadang dikenal sebagai sosok ayah yang sederhana dan pekerja keras. Ia berhasil membesarkan dua orang anak hingga menyelesaikan pendidikan tingkat menengah atas.
Kini anak pertamanya telah berkeluarga, sementara anak keduanya telah bekerja dan hidup mandiri. Baginya, keberhasilan melihat anak-anak tumbuh dan mandiri menjadi kebahagiaan tersendiri setelah bertahun-tahun menjalani pengabdian.
Menjelang akhir perbincangan, Dadang menyampaikan harapan besarnya bagi seluruh aparat teritorial, khususnya jajaran Kodim 0604/Karawang.
Baca Juga: Masih Ada 300 BUMD Merugi, Kemendagri Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan GCG
Ia berharap kekompakan, soliditas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat terus terjaga sehingga seluruh tugas kewilayahan dapat dijalankan secara optimal.
“Semoga seluruh aparat teritorial selalu kompak, solid, dan siap melaksanakan tugas-tugas kewilayahan sesuai arahan serta perintah dari Komando Atas demi kepentingan bangsa dan negara,” pungkasnya. ***




