POJOKSATU.id, KARAWANG – Komitmen Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Nanda Siswanto, untuk memberantas aksi begal mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Tak hanya mendukung, warga juga mulai menyampaikan sejumlah lokasi yang dinilai rawan kejahatan jalanan agar menjadi perhatian aparat.
Langkah tersebut muncul karena masyarakat merasa resah dengan maraknya kasus begal yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Salah satu warga, Jejen, mengaku aksi begal sudah terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan, tetangganya baru saja menjadi korban.
"Bagus kalau aparat bergerak. Biar Karawang lebih aman. Tetangga saya bulan lalu dibegal di daerah Kalimalang, motor Beat miliknya dibawa kabur," kata Jejen.
Sebagai orang yang setiap hari bekerja di jalan, Jejen berharap aparat keamanan terus meningkatkan pengawasan dan patroli.
Baca Juga: IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Rupiah Tembus Rp17.900 per Dolar AS Bikin Investor Panik
"Harapannya TNI dan Polri terus siaga supaya tidak ada lagi korban begal. Karawang harus bersih dari kejahatan seperti ini," ujarnya.
Hal senada disampaikan Aef, warga asal Bandung yang sedang berada di Karawang. Ia berharap aparat tidak memberikan ruang bagi para pelaku kriminal.
"Saya berharap aparat selalu siap siaga. Kalau bisa, para pelaku begal ditindak tegas agar masyarakat merasa aman," kata Aef.
Menanggapi keresahan warga, Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan Polri dan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menjaga keamanan wilayah.
Baca Juga: Panduan Memilih Sekuritas untuk Membangun Portofolio Masa Depan
"Kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Nanda saat menghadiri acara silaturahmi di Rumah Dinas Bupati Karawang.
Sebagai langkah awal, Dandim yang baru menjabat sejak 12 Mei 2026 itu telah menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan patroli di sejumlah wilayah yang dianggap rawan.
Patroli menggunakan kendaraan roda dua kini difokuskan di beberapa kawasan, di antaranya Rengasdengklok, Tirtajaya, dan wilayah lainnya yang membutuhkan pengawasan lebih intensif.
Menurutnya, patroli tersebut dilakukan untuk mengantisasi tindak kriminal di lokasi-lokasi yang minim aktivitas warga dan berpotensi menjadi sasaran pelaku kejahatan. ***




