POJOKSATU.id, KARAWANG - Upaya memperkuat konektivitas antar-desa di Kabupaten Karawang terus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur oleh jajaran Kodim 0604/Karawang. Memasuki pekan kedua April 2026, proyek Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah pelosok.
Mewakili Dandim 0604/Karawang, Pasiter Kodim 0604/Karawang Kapten Inf Kihajar menjelaskan bahwa saat ini pengerjaan difokuskan pada tahap awal, yakni pembersihan lahan serta percepatan distribusi material ke lokasi proyek.
Baca Juga: VIRAL Jambret Nyemplung ke Sungai di Karawang, Sembunyi di Eceng Gondok Berjam-jam
“Fokus utama kami saat ini adalah pembersihan lahan dan dropping material agar pembangunan struktur utama bisa segera dilakukan sesuai target,” ujar Kapten Kihajar saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).
Proyek Jembatan Perintis Garuda ini mencakup dua titik pembangunan di aliran Sungai Ciherang. Untuk sasaran pertama, jembatan memiliki panjang 90 meter dengan lebar 1,5 meter yang akan menghubungkan Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, dengan Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya.
Keberadaan jembatan ini nantinya akan menjadi akses vital bagi sekitar 450 kepala keluarga atau sekitar 700 jiwa yang selama ini harus menempuh jalur lebih jauh untuk beraktivitas.
Baca Juga: Kodim 0604 Karawang Kebut Pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Warga Segera Nikmati Akses Baru
“Progres pembersihan lahan untuk sasaran pertama saat ini sudah mencapai 36 persen. Kami optimistis pekerjaan bisa terus dipercepat karena kebutuhan masyarakat sangat mendesak,” tambahnya.
Sementara itu, sasaran kedua berada di Dusun Krajan I, Desa Kalijati, dengan panjang jembatan mencapai 70 meter. Infrastruktur ini akan menghubungkan aktivitas warga antar-dusun yang sebelumnya terpisah oleh aliran sungai.
Diperkirakan, pembangunan jembatan kedua ini akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 350 kepala keluarga.
Baca Juga: Muncul Nama Mama Uwi dalam Kasus Investasi Bodong di Karawang
Yang menarik, pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini mengedepankan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Setiap harinya, sebanyak 8 personel TNI bekerja bersama 3 tenaga teknis dan 12 warga setempat untuk mempercepat pengerjaan proyek.
Meski kondisi cuaca kerap mendung terutama pada sore hari, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kolaborasi di lapangan.
Hingga saat ini, proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Situasi di lokasi proyek juga dilaporkan aman dan terkendali.
Kapten Kihajar menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal setiap tahapan pembangunan, mulai dari pemasangan pondasi hingga pembentangan seling jembatan, guna memastikan kualitas dan keamanan infrastruktur tetap terjaga.
“Tujuan kami bukan hanya membangun jembatan secara fisik, tetapi juga membuka akses ekonomi baru dan memperkuat hubungan antara TNI dengan masyarakat,” tegasnya. ***




