POJOKSATU.id, KARAWANG - Di tengah megahnya kantor baru DPC Partai Demokrat Kabupaten Karawang, ada momen sederhana namun penuh makna yang justru mencuri perhatian.

Bukan soal bangunan besar atau agenda formal, melainkan sikap membumi dari dr. Hj. Cellica Nurrachadiana yang kembali terlihat nyata di hadapan masyarakat.

Sebelum memasuki area gedung yang tampak megah dan representatif, langkah perempuan yang akrab disapa Teh Celly itu mendadak terhenti. Bukan karena protokoler atau penyambutan resmi, melainkan oleh sosok penjual jamu tradisional yang melintas di sekitar lokasi.

Baca Juga: Cellica Ingatkan Pentingnya 4 Pilar sebagai Benteng di Era Digital

Tanpa ragu, Teh Celly memilih menepi sejenak. Ia duduk santai bersama warga, memesan segelas jamu hangat, dan mulai berbincang ringan layaknya percakapan sehari-hari tanpa sekat.

Momen ini pun menjadi potret kuat bahwa di balik dinamika politik dan simbol kemegahan partai, kedekatan dengan rakyat tetap menjadi nilai utama yang dijaga.

Dengan gelas jamu di tangan, Teh Celly tampak larut dalam obrolan. Ia mendengar cerita warga, menyerap aspirasi, bahkan sesekali diselingi tawa hangat yang mencairkan suasana.

“Kantor boleh baru, semangat harus baru, tapi kedekatan dengan rakyat tidak boleh berubah. Minum jamu sambil ngobrol begini adalah cara terbaik untuk tetap membumi,” ujarnya.

Baca Juga: Cellica: Ketahanan Pangan Dimulai dari Desa dan Petani

Pernyataan tersebut bukan sekadar kata-kata, melainkan refleksi dari gaya kepemimpinan yang selama ini melekat pada dirinya sejak menjabat sebagai Bupati Karawang selama dua periode.

Bagi masyarakat yang menyaksikan langsung, momen ini menegaskan bahwa sosok Teh Celly masih sama—figur yang dekat, sederhana, dan mudah dijangkau.

Ia tidak membangun jarak, justru sebaliknya, memilih hadir di tengah masyarakat dalam suasana paling sederhana sekalipun.

Kehadiran kantor baru DPC Demokrat Karawang sendiri membawa harapan baru bagi konsolidasi partai. Namun bagi Teh Celly, fungsi gedung tersebut jauh lebih besar dari sekadar simbol kekuatan politik.

Baca Juga: Apa Itu SMS Blast? Panduan Lengkap Layanan di Indonesia

“Gedung ini ibarat tempat pulang saat lelah berjuang. Tapi lebih dari itu, saya ingin kantor ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kantor partai harus menjadi tempat warga menyampaikan aspirasi, mencari solusi, dan merasa memiliki ruang dalam proses pembangunan.

Setelah momen hangat bersama warga, Teh Celly kemudian melanjutkan agenda peninjauan gedung bersama jajaran pengurus.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua DPC Demokrat Karawang, Pendi Anwar, yang dinilai mampu menjaga soliditas partai di tengah dinamika politik.

Baca Juga: Kritik Keras WFH! Ketua DPRD Madiun 'ASN Bisa Malas, Lebih Baik Jalan Kaki atau Sepeda'

Hasilnya, Partai Demokrat Karawang berhasil meraih delapan kursi pada Pemilu 2024—sebuah capaian yang tidak lepas dari kerja keras dan konsistensi seluruh kader.

Meski demikian, bagi Teh Celly, capaian politik bukanlah tujuan akhir. Ia menekankan bahwa keberhasilan partai harus selalu selaras dengan keberpihakan kepada masyarakat.

Dan hal itu, menurutnya, tidak harus ditunjukkan melalui forum besar atau pidato formal.

Kadang, cukup lewat percakapan sederhana di pinggir jalan. Atau dari segelas jamu hangat yang diminum bersama rakyat.

Di situlah, makna kedekatan dan kepemimpinan yang sesungguhnya terasa. ***