POJOKSATU.id - Viral di media sosial sebuah video yang membuat publik terkejut sekaligus geram.

Seorang pria di Aceh mengungkapkan keluhannya karena endapan lumpur setinggi hampir orang dewasa masih menggenangi rumah-rumah warga pasca banjir padahal bencana itu sudah terjadi lebih dari satu bulan lalu.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @syahrur_sr647 dan langsung menyulut emosi warganet karena kondisi yang ditampilkan benar-benar memprihatinkan.

Baca Juga: Psikologi Universitas Jambi Tembus 20 Besar Nasional Versi EduRank 2025, Peringkat 3 Terbaik di Sumatera

Dalam rekamannya, ia menunjukkan bagaimana tumpukan lumpur pekat itu masih mengendap di beberapa rumah hingga masjid.

Gambarnya jelas, tebalnya lumpur terlihat seperti tembok yang mengurung aktivitas warga.

Sang perekam terdengar bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Ia mengaku sangat kesulitan untuk membersihkan lumpur tersebut secara manual.

Baca Juga: Ribuan Pendidik Bimtek Digitalisasi Pembelajaran hingga Latihan Papan Interaktif Digital, Kemendikdasmen Targetkan 50 Guru Tiap Daerah

Dari cara ia berbicara, tampak sekali bahwa kondisi itu hampir mustahil dibersihkan tanpa alat berat atau bantuan khusus.

Sementara itu, para warga yang juga merupakan korban banjir sudah tampak kelelahan. Mereka bingung, pasrah, dan tidak tahu kapan lumpur itu akan bisa disingkirkan.

Dalam videonya, perekam berharap rekaman tersebut bisa sampai kepada pemerintah atau pihak terkait, agar segera turun tangan membantu warga.

Baca Juga: Ribuan Pendidik Bimtek Digitalisasi Pembelajaran hingga Latihan Papan Interaktif Digital, Kemendikdasmen Targetkan 50 Guru Tiap Daerah

Harapannya sederhana, agar mereka bisa kembali menempati rumah, beribadah dengan layak, dan menjalani kegiatan sehari-hari secara normal lagi.

Namun yang membuat warganet semakin geram adalah fakta bahwa satu bulan berlalu tanpa ada tindakan berarti dalam menangani endapan lumpur tersebut.

Kondisi itu memunculkan gelombang reaksi keras dari publik.

Banyak yang merasa heran mengapa penanganan pasca banjir begitu lambat, terlebih karena lumpur yang tertinggal bukanlah dalam jumlah sedikit, melainkan setinggi badan manusia.

Di kolom komentar, warganet ramai menyuarakan kekesalan dan kesedihan mereka.

Baca Juga: IPB University Resmi Bentuk Fakultas Teknik dan Teknologi, Transformasi dari Fateta dan Sekolah Teknik

Beberapa dari mereka juga mengaitkan situasi ini dengan pernyataan Prabowo sebelumnya yang sempat menyebut bahwa ada pihak swasta yang tertarik dengan lumpur tersebut.

Warganet mempertanyakan, jika benar demikian, mengapa tidak dimulai dari membantu warga terlebih dahulu yang sedang kesulitan untuk kembali hidup normal.

Video ini pun terus beredar dan semakin banyak dibagikan, membuatnya viral di berbagai platform.

Baca Juga: Psikologi Universitas Jambi Tembus 20 Besar Nasional Versi EduRank 2025, Peringkat 3 Terbaik di Sumatera

Banyak pengguna media sosial yang berharap viralnya video ini dapat mempercepat respons pihak berwenang.

Publik menilai bahwa kondisi lumpur yang mengendap selama sebulan penuh jelas bukan persoalan ringan.

Selain mengganggu aktivitas warga, lumpur tersebut dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan jika dibiarkan terlalu lama.

Baca Juga: Sistem Info GTK Berubah, Guru Sertifikasi Wajib Tahu Cara Akses Terbaru, Kunci Prarealisasi TPG THR

Meski begitu, hingga video tersebut ramai diperbincangkan, belum terlihat adanya langkah konkret yang bisa melegakan warga.

Mereka masih menunggu kehadiran bantuan alat berat atau tenaga khusus yang mampu mengangkat endapan lumpur yang begitu tebal dan keras.

Kini, tekanan publik kembali menguat melalui media sosial. Warganet meminta pemerintah setempat maupun lembaga terkait untuk mengambil tindakan segera.

Harapan mereka sama seperti yang disampaikan sang perekam lumpur itu harus dibersihkan agar warga Aceh bisa melanjutkan hidup.

Tanpa harus terkurung dalam endapan bencana yang tak kunjung teratasi.***