POJOKSATU.id, KARAWANG — Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Karawang terus melahirkan atlet-atlet berprestasi. Pembinaan yang konsisten membuat cabang olahraga ini tetap menunjukkan perkembangan signifikan di tingkat daerah maupun provinsi.
Ketua IPSI Karawang sekaligus Anggota DPRD Jawa Barat, Dea Eka Rizaldi, menegaskan bahwa semangat juang para atlet menjadi faktor utama yang menjaga roda pembinaan tetap berjalan. Ia menyebut komitmen kuat itulah yang membuat pencak silat Karawang tetap bersinar.
Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Dea menjelaskan bahwa IPSI Karawang berfokus pada pola pengelolaan yang terukur demi memastikan prestasi atlet terus meningkat.
"Rahasia kami adalah komitmen yang menimbulkan rasa semangat baru. Walaupun dengan dana terbatas, saya yakin kemampuan atlet kita tak terbatas," ujarnya pada Kamis (27/11/2025).
Ia menambahkan bahwa prestasi di dunia persilatan tidak bisa diraih secara instan. Proses pembinaan dilakukan melalui penataan organisasi, perbaikan program, hingga penyusunan agenda latihan yang lebih efektif.
Baca Juga: Prestasi Tinggi, Apresiasi Minim: Atlet Silat Karawang Kecewa
"Jika pengelolaannya baik, saya yakin hasil itu pasti baik," tegas Dea.
Menurutnya, peningkatan kemampuan atlet tidak hanya bertumpu pada latihan fisik, tetapi juga penguatan mental. Salah satu strategi yang kini digencarkan IPSI Karawang adalah memperbanyak jam tanding untuk membiasakan atlet menghadapi tekanan kompetisi.
Dea mengaku bangga dengan perkembangan beberapa atlet muda yang sebelumnya meraih emas di kelompok usia pelajar. Tahun depan, mereka dinilai sudah siap bersaing di kategori dewasa.
"Beberapa atlet kita tahun depan sudah berusia 17 tahun dan sudah bisa diturunkan di kelas dewasa. Saya tanya ke mereka siap buat turun di dewasa, jawabannya sangat siap. Luar biasa mental anak-anak kita ini," ucapnya.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, IPSI akan meningkatkan intensitas dan kualitas latihan, sehingga setiap aspek teknik, fisik, dan mental dapat berkembang lebih maksimal.
Meski menyatakan siap menopang pembinaan dari sisi operasional, Dea berharap ada perhatian lebih besar dari pihak terkait terhadap atlet yang telah membawa nama baik Karawang.
Baca Juga: Walaupun Minim Anggaran Pembinaan, Empat Atlet Pencak Silat Masuk Porprov Harumkan Purwakarta
"Ada hal yang tidak bisa saya berikan untuk mereka yang berprestasi, yaitu penghormatan atas atlet-atlet kita yang sudah berprestasi membawa nama Karawang. Itu bukan porsi saya untuk memberikan penghormatan atas nama Karawang," ungkapnya.
Ketika disinggung mengenai minimnya dukungan dari sejumlah pihak, Dea memberikan pernyataan lugas yang menggambarkan kekecewaannya.
"Untuk saat ini saya berkolaborasi dengan Tuhan saja, insya Allah enggak akan kecewa. Beda jika kolaborasi dengan manusia, akhirnya pasti kecewa juga," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa yang ia maksud adalah pihak-pihak yang dinilai kurang menghargai perjuangan para atlet.
"Manusia yang saya maksud adalah manusia yang tidak peduli dengan prestasi anak-anak Karawang dalam semua bidang, khususnya pencak silat," tambahnya tanpa menyebutkan nama pihak tertentu.
Saat ditanya apa alasan mereka bersikap demikian, Dea memilih tidak memberikan tanggapan lebih jauh.
"No coment, silahkan tanya kepada yang bersangkutan, kenapa mereka melakukan itu," ujarnya menutup percakapan. ***




