POJOKSATU.id, KARAWANG - Di kampung Tanjung, Plawad, Karawang Timur, ada sosok sederhana yang dikenal banyak orang karena keahliannya memijat. Namanya Bah Uwas. Usianya sudah 65 tahun, tapi tenaganya masih kuat dan semangatnya tak pernah padam. Ia sudah lebih dari 12 tahun jadi tukang pijat, dan banyak warga merasa terbantu oleh sentuhannya yang disebut-sebut membawa kesembuhan.
Cerita Bah Uwas dimulai dari rumahnya sendiri. Saat anaknya sakit, ia mencoba memijat dengan niat ikhlas. Siapa sangka, pijatannya membuat sang anak membaik. Sejak itu, kabar soal keahliannya menyebar dari mulut ke mulut. Orang-orang mulai datang satu per satu, dan kini Bah Uwas jadi tempat mengadu banyak warga yang merasa sakit badan, keseleo, sampai pegal linu.
Ilmu pijat yang dimiliki Bah Uwas bukan didapat sembarangan. Ia pernah belajar langsung dari Ki Sapri di Merak, Banten, dan juga dari Bah H. Oji di Ciparungsari, Purwakarta. Sebagai bentuk hormat kepada gurunya, Bah Uwas bahkan pernah memberikan dua ekor entog kesayangannya. Ia juga mengenang pernah makan bersama sang guru di terminal, momen sederhana yang begitu berkesan baginya.
Bah Uwas punya prinsip kuat dalam bekerja. Ia selalu menjaga adab, terutama saat memijat perempuan. Ia hanya mau memijat jika ada izin dari suami atau keluarganya, dan harus ada yang menyaksikan. Ia menyebut prinsip ini sebagai "Elmu Panunda Napsu", semacam pegangan agar tetap lurus dan tidak melanggar batas.
Baca Juga: LBH Bumi Proklamasi Gugat HRD PT FCC atas Dugaan Ujaran Merendahkan Warga Karawang
Selain itu, Bah Uwas juga menjalani hidup spiritual yang cukup unik. Ia pernah melakukan Puasa Niis, yaitu hanya makan tujuh suap saat sahur dan tujuh suap saat berbuka, selama tujuh hari. Di hari terakhir, ia hanya makan satu suap saja. Setelah itu, ia mandi di sungai kecil untuk menyucikan diri. Doa dan jampe yang ia pakai saat memijat adalah warisan orang tua, yang ia yakini bisa membantu proses penyembuhan.
Pengalaman Bah Uwas juga tak lepas dari hal-hal mistis. Pernah suatu malam, setelah memijat sampai jam dua pagi, ia merasa ada yang membonceng di motornya padahal ia sendirian. Tapi ia tak takut, karena sudah terbiasa dan yakin selama niatnya baik, ia akan dilindungi.
Yang luar biasa, dalam sehari Bah Uwas bisa memijat sampai 17 orang. Dalam sebulan, lebih dari 100 orang datang padanya. Mulai dari keluhan asam urat, nyeri otot, keseleo, semua ia tangani dengan sabar dan telaten.
“Selama badan ini masih kuat dan saya bisa bantu orang, saya akan terus memijat. Saya niatnya cuma mau nolong,” kata Bah Uwas sambil tersenyum saat ditemui pada Minggu, 27 Juli 2025.
Bagi yang ingin merasakan pijatan tangan Bah Uwas, bisa menghubunginya langsung di nomor 0856 7056 559.
Dari sosok Bah Uwas, kita belajar bahwa menolong sesama tak perlu banyak gaya. Cukup dengan niat baik, ilmu yang bermanfaat, dan hati yang tulus. ***




